Rabu, 19 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Sports

Buntut Larangan Bermain Dua Musim, Askab Siap Dirikan Persewangi Baru

03 Desember 2018, 07: 10: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Suporter Laros Jenggirat saat menyaksikan laga Persewangi di Stadion Diponegoro. Mulai tahun depan, The Lasblang dilarang berkompetisi hingga dua tahun ke depan.

Suporter Laros Jenggirat saat menyaksikan laga Persewangi di Stadion Diponegoro. Mulai tahun depan, The Lasblang dilarang berkompetisi hingga dua tahun ke depan. (Galih Cokro/RaBa)

BANYUWANGi - Melihat nasib Persewangi yang semakin terpuruk pasca mendapat sanksi larangan bermain dua musim, Askab PSSI Banyuwangi mulai memikirkan langkah cadangan.

Ketua Askab PSSI Banyuwangi Andik Purwanto menyatakan siap memfasilitasi jika ada donatur yang siap kembali membangun Persewangi.

Selama ini, menurut Andik, cukup sulit mencari solusi untuk mendukung Persewangi. Dia mengatakan beberapa donatur yang ditawari untuk membantu Persewangi selalu mengatakan tidak ada anggaran. Sedangkan Askab sendiri hanya memiliki anggaran terbatas yang tidak mungkin disalurkan untuk Persewangi.

”Di satu sisi kita memiliki tanggung jawab untuk memantau tim yang ada di Banyuwangi. Di sisi lain, Persewangi adalah klub profesional yang seharusnya menjadi tanggung jawab manajemen. Baik elite maupun pengusaha hingga saat ini juga tidak ada yang mau membantu,” jelas Andik.

Jika Persewangi benar-benar dikenakan sanksi tidak bisa mengikuti kompetisi tahun ini dan tahun depan, kata Andik, maka klub berjuluk Laskar Blambangan itu sama saja kembali ke titik nol.

Sebab, kesempatan untuk kembali naik kasta ke Liga 2 sudah sangat kecil, dan Persewangi memiliki status yang sama dengan Persewangi 1970 yang berafiliasi ke Nanang Nur Ahmadi dan Banyuwangi Putera (BP).

”Sebelum kompetisi diputar tahun ini, para pemilik klub Liga 3 Banyuwangi sepakat mendukung Persewangi versi Hari Wijaya. Jadi, mereka terutama Persewangi versi Haji Nanang tidak tampil dengan harapan Persewangi versi HW bisa promosi ke Liga 2,” terangnya.

Jika nanti masyarakat Banyuwangi menghendaki dan ada donatur baru yang siap, Andik mengaku siap memfasilitasi berdirinya Persewangi baru yang dimiliki bersama masyarakat Banyuwangi. Dengan adanya Persewangi yang dimiliki bersama, dia berharap baik suporter maupun pemerintah akhirnya mau bersama-sama memberikan dukungan kepada Persewangi.

”Mungkin bersama-sama kita bisa mendirikan Persewangi dari awal. Karena untuk Persewangi yang ada saat ini, saya rasa pemiliknya tidak akan mau menyerahkan,” pungkasnya.

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia