Rabu, 19 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Genteng

Perahu Nelayan Grajagan Terbalik Dihantam Ombak

02 Desember 2018, 12: 10: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

DIPERBAIKI: Ngatimin dibantu warga memperbaiki perahu speed di Pantai Grajagan, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Jumat (30/11).

DIPERBAIKI: Ngatimin dibantu warga memperbaiki perahu speed di Pantai Grajagan, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Jumat (30/11). (Sentot TNI AL For RaBa)

PURWOHARJO-Ombak dan angin besar kembali mengancam para nelayan di pesisir Pantai Selatan. Perahu speed milik Suparman, 47, warga Dusun Kampung Baru, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, terbalik saat diterjang ombak di daerah Plawangan, wilayah perairan Grajagan, Jumat (30/11).

Kecelakaan laut yang terjadi sekitar pukul 06.00 itu, membuat perahu speed yang dilambungnya bertuliskan Polos 06 rusak berat. “Saat itu saya akan pulang dari melaut,” terang Suparman pada Jawa Pos Radar Genteng.

Akibat diterjang ombak di daerah Plawangan itu, terang dia, perahunya rusak. Katir atau sayap di perahunya patah. “Saya masuk ke Plawangan, mulanya ombak tenang, tapi tiba-tiba ada ombak besar,” katanya.

Suparman yang saat itu hanya sendirian di perahu langsung terpental dan jatuh ke laut. Bahkan, ia sempat terbawa oleh ombak Laut Selatan. “Saya hanya bisa pasrah saat terbawa arus yang besar,” cetusnya.

Beruntung, masih kata dia, dalam kecelakaan itu masih selamat. Para nelayan yang mengetahui perahunya terbalik, langsung menolongnya. “Banyak nelayan yang ada di pinggir langsung menyelamatkan saya,” ungkapnya.

Atas kejadian itu, Suparman mengaku perahunya rusak. Sebagian alat tangkapnya juga rusak dan kerugian sekitar Rp 15 juta. “Yang penting saya masih bisa selamat,” katanya sambil membenahi perahunya.

Sementara itu, salah satu saksi mata dari anggota TNI AL wilayah Grajagan, Kopka Sentor Wiratmoko mengaku melihat saat perahu nelayan itu diterjang ombak. Ombak besar yang menggulung langsung menghantam perahu dari arah belakang. “Ketinggian ombak antara dua meter hingga tiga meter,” ujarnya.

Menurut Sentot, ombak yang besar itu datang tiba-tiba. Saat korban dengan perahunya akan melewati Plawangan, tidak terlihat akan ada ombak besar. Tapi saat perahu melewati Plawangan, ombak besar itu tiba-tiba muncul. “Korban kaget dan perahunya langsung terguling, beruntung para nelayan bisa cepat menyelamatkan,” terangnya.

Korban dan perahunya langsung dievakuasi ke pantai. Perahu itu oleh nelayan ditarik. “Korban diangkut ke perahu nelayan, sedangkan perahunya ditarik bareng-bareng,” ungkapnya. (abi)

(bw/rio/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia