Selasa, 18 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Sports

Buntut WO dari PSBK dan Persewar, Persewangi Diskors Dua Tahun

02 Desember 2018, 11: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

AKIBAT DIKLAIM MILIK PRIBADI: Pemain Persewangi proyeksi Liga 3 Nasional berlatih di Stadion Diponegoro musim lalu. Selama 2 tahun ke depan, The Lasblang dilarang mengikuti kompetisi.

AKIBAT DIKLAIM MILIK PRIBADI: Pemain Persewangi proyeksi Liga 3 Nasional berlatih di Stadion Diponegoro musim lalu. Selama 2 tahun ke depan, The Lasblang dilarang mengikuti kompetisi. (Dok.RaBa)

BANYUWANGI – Nasib baik klub sepak bola Persewangi tampaknya sudah kandas. Setelah dua kali mangkir dari putaran 32 Besar Liga 3 melawan PSBK dan Persewar Waropen, The Lasblang harus menanggung denda dan sanksi berupa larangan berkompetisi di seluruh kegiatan yang digelar PSSI selama dua tahun.

Manajer Persewangi Hari Wijaya ketika berusaha dikontak bagai hilang ditelan bumi. Berulang kali dihubungi, pengusaha konstruksi tersebut tetap tidak menjawab panggilan telepon. Justru, Pelatih Persewangi Bagong Iswahyudi yang akhirnya menyampaikan respons terkait timnya yang terkena sanksi tersebut.

Bagong mengatakan, terkait keputusan memang seluruhnya mutlak ada di tangan manajemen tunggal, yaitu Hari Wijaya. Tetapi, sebagai bagian dari tim, mantan pemain Arema dan Persebaya itu mengaku sangat sedih. Dia pun mengingat bagaimana perjuangan panjang Persewangi sebelum kemudian bisa masuk di kasta tinggi sepak bola tanah air. ”Pemain dan pelatih sebenarnya sudah siap. Tapi kita hanya bisa menunggu karena yang memiliki dana kan manajemen. Kita sudah berjuang keras sejak di Sumenep sampai ke Bali,” ujar Bagong.

Dia juga mengatakan, seharusnya manajemen mau melepas tim jika memang sudah tidak mampu menangani. Bukan mengorbankan tim sehingga nasibnya tidak pasti. Bagong pun mengaku sudah mengambil ancang-ancang angkat kaki. Itu jika musim depan sanksi dari Komisi Disiplin PSSI yang melarang Persewangi berkompetisi benar-benar diterapkan. Kepada pemain, dia mengatakan sudah memberikan mereka gambaran bahwa karir mereka tidak hanya di Persewangi.

”Jiwa kita sebenarnya di Persewangi. Tapi kalau kondisi seperti ini bagaimana lagi. Saya pribadi terus terang kecewa. Anak-anak saya beri motivasi untuk terus latihan. Jika memang kualitasnya bagus, mereka bisa tetap bermain bola, tidak harus di Banyuwangi,” jelas pria asal Purwoharjo itu.

Sedangkan untuk dirinya sendiri, Bagong mengaku sedang mencari peluang untuk melatih di luar Banyuwangi. Menurut Bagong, dirinya tidak bisa lepas dari dunia sepak bola. ”Askab juga harus bertindak tegas untuk menyelamatkan Persewangi. Karena sanksi dan denda untuk tim ini sudah di depan mata. Mereka harus bergerak menyelamatkan Persewangi,” kata Bagong.

Exco Asprov PSSI Jatim Chalid Abu Bakar mengatakan, hukuman untuk Persewangi pasti akan dijalankan karena WO di dua Pertandingan. Hal ini sama dengan yang pernah diterima oleh Persekapro Probolinggo saat memperoleh hukuman yang sama. ”Biasanya manajemen tim akan diundang sebelum sanksi diterapkan. Tapi, Persewangi bisa mengajukan banding jika keputusan sudah turun,” tandasnya.

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia