Rabu, 19 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi

GenBi Ajarkan Pengetahuan Perbankan ke Siswa SD 1 Kemiren

02 Desember 2018, 08: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

BERBAGI ILMU: Mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Kabupaten Jember yang tergabung dalam Generasi Baru Indonesia (GenBi) Jember belajar bersama siswa SDN 1 Kemiren, Jumat (30/11).

BERBAGI ILMU: Mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Kabupaten Jember yang tergabung dalam Generasi Baru Indonesia (GenBi) Jember belajar bersama siswa SDN 1 Kemiren, Jumat (30/11). (Fredy Rizki/RaBa)

GLAGAH – Siswa-siswi dari SDN 1 Kemiren, Kecamatan Glagah, terlihat riang gembira. Jumat (30/11) pagi, mereka mendapatkan materi yang berbeda dari hari-hari biasanya. Puluhan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Kabupaten Jember yang tergabung dalam Generasi Baru Indonesia (GenBi) hari itu memberikan materi terkait pengetahuan perbankan untuk para siswa yang ada di desa wisata tersebut.

Usman Hidayat, salah seorang mahasiswa mengatakan, aktivitas di SDN 1 Kemiren itu menjadi salah satu bagian dari program GenBi Goes to Village. Selain memberikan materi terkait perbankan sekaligus bermain bersama dengan siswa SD, mereka juga akan melakukan beberapa kegiatan lain. Seperti edukasi lingkungan berupa pembuatan komposter dan pengelolaan sampah organik di Balai Desa Kemiren.

Ada juga pelatihan hidroponik, kemudian sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan, sebelum ditutup dengan kegiatan Malam Budaya Oseng pada malam harinya. ”Ada dua inti dari program ini. Yang pertama program sosial masyarakat dan kedua konservasi lingkungan. Yang konservasi lingkungan kita gelar di Bangsring Underwater dan Pantai Bengkak besok (hari ini, Red) pagi sekitar pukul 6.30,” kata Mahasiswa Jurusan Akutansi, Universitas Jember, itu.

Bagian Fungsi, Komunikasi, dan Koordinasi Kebijakan Bank Indonesia Jember M. Iqbal Hafiz menambahkan, program ini adalah kegiatan rutin tahunan dari GenBi. GenBi sendiri terdiri dari mahasiswa yang memperoleh beasiswa dari Bank Indonesia. Program tersebut dijalankan untuk memberikan nilai manfaat kepada daerah yang dituju.

Termasuk memberikan pengalaman juga kepada para mahasiswa untuk bisa memahami perkembangan daerah yang digunakan untuk menjalankan program. ”Tahun lalu kita gelar di Pantai Payangan, Jember. Kegiatannya lebih ke bersih-bersih lingkungan. Untuk di Banyuwangi lebih banyak, ada kegiatan sosial, budaya, dan konservasi lingkungan,” terangnya.

Untuk seluruh materi yang diberikan, kata Iqbal, semuanya diserahkan kepada mahasiswa dari GenBi. BI sendiri hanya menitipkan materi umum tentang pengetahuan perbankan, terutama profil dari BI sendiri. Karena selama ini, menurutnya banyak masyarakat yang tidak mengetahui profil dari BI. Sebagian besar orang menganggap BI masih seperti bank swasta yang bisa menjadi tempat peminjaman uang atau tempat menabung.

Padahal tugas BI sendiri menurut Iqbal berbeda. Sebagai bank sentral, fungsi BI lebih kepada pengendalian mata uang, sistem pembayaran, hingga inflasi. ”Kita bisa menyediakan bantuan, tapi sifatnya sosial dan objeknya tertentu. Seperti usaha yang berkaitan dengan ekspor dan pengendali inflasi. Di Banyuwangi sendiri sudah ada satu usaha yaitu sentra beras organik milik CV Sirtanio Organik Indonesia. Usaha tersebut ada di Singojuruh, tahun depan kemungkinan sudah ekspor ke Inggris,” tandasnya.

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia