Selasa, 23 Apr 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Genteng

Air Meluap Karena Tersumbat Sampah, Jembatan Genteng Retak

01 Desember 2018, 15: 10: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

KOTOR: Sampah yang sempat menumpuk di sekitar jembatan Desa Gentengwetan, Kecamatan Genteng, yang retak, Rabu (28/11).

KOTOR: Sampah yang sempat menumpuk di sekitar jembatan Desa Gentengwetan, Kecamatan Genteng, yang retak, Rabu (28/11). (Bagus Rio/RaBa)

GENTENG - Jalur menuju kota Genteng ditutup, Rabu sore (28/11). Sebab, jembatan yang ada di depan Masjid Jami Baiturrahim, Desa Gentengwetan, Kecamatan Genteng, retak setelah debit air sungai naik dan banyak sampah yang menyumbat di jembatan itu.

Jembatan yang dibangun pada 1984 dengan panjang 11.80 meter itu, kini tidak bisa dilalui kendaraan besar. Jalan itu hanya bisa dilewati motor. ”Jembatan retak, takutnya kalau dilalui truk malah semakin parah,” ujar Eko Marsito, 45, warga Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng.

Menurut Eko, jembatan tersebut diketahui retak saat warga sedang gotong royong membersihkan sampah yang banyak menumpuk di sekitar jembatan. ”Ada yang melihat jembatan itu retak, awalnya kecil dan dibiarkan karena dianggap biasa,” katanya.

Diduga karena sering hujan deras hingga debit air meninggi dan menyebabkan banyak sampah menumpuk, retak pada jembatan itu pun semakin membesar. Hal itu membuat air sungai meluap dan membawa sampah. ”Sampah banyak yang menyangkut di tengah jembatan,” ujarnya.

Retakan itu, terang dia, mulanya hanya di bagian timur, tepatnya di sambungan jembatan. Tetapi, setelah ada truk besar yang membawa barang lewat, di bagian lain pada jembatan itu juga retak. ”Ada yang retak lagi, warga serentak menutup jalan agar tidak dilalui kendaraan besar,” ungkapnya.

Warga lainnya, Wahyu, 48, mengatakan bahwa jembatan yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat itu memang sudah lama. ”Yang saya tahu dibangun tahun 1984,” terangnya.

Menurut Wahyu, konstruksi jembatan itu tidak memiliki penyangga tengah. Hanya saja, ada besi yang melintang di bawah jembatan dan diduga membuat sampah sering menyangkut. ”Sampah menyangkut di besi yang melintang, dan itu membuat jembatan retak,” katanya.

Selama jembatan itu ditutup, kendaraan yang datang dari arah timur setelah traffic light Desa Gentengwetan dipindah melalui Jalan KH Hasyim Asyari. Sedang kendaraan dari arah barat, bisa melewati Jalan KH Hasyim Wahid, Desa Gentengkulon, Kecamatan Genteng atau Jalan Diponegoro melalui Desa/Kecamatan Gambiran. (abi)

(bw/rio/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia