Minggu, 16 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Politik & Pemerintahan

Banyuwangi Buka Layanan Terpadu Calon TKI

29 November 2018, 06: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

LAYANAN PAHLAWAN DEVISA: Moeldoko didampingi Bupati Anas meninjau LTSA di gedung Mal Pelayanan Publik Banyuwangi, Selasa (27/11).

LAYANAN PAHLAWAN DEVISA: Moeldoko didampingi Bupati Anas meninjau LTSA di gedung Mal Pelayanan Publik Banyuwangi, Selasa (27/11). (Sigit Hariyadi/RaBa)

BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi meresmikan Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) khusus calon tenaga kerja Indonesia (TKI) atau pekerja migran. Peresmian dilakukan Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko di Mal Pelayanan Publik Banyuwangi, Selasa (27/11).

Peresmian dilakukan dalam rangkaian pertemuan nasional penggerak Desa Peduli Buruh Migran (Desbumi) yang diselenggarakan di Pendapa Sabha Swagata Blambangan. Desbumi merupakan inisiatif lokal yang dibangun untuk mendorong terwujudnya perlindungan terhadap pekerja migran terutama perempuan sejak dari desa.

Pembentukan Desbumi merupakan inisiatif Migrant Care dan Maju Perempuan untuk Penanggulangan Kemiskinan (Mampu). Pembentukan Desbumi ini didukung pemerintah dan Kedutaan Besar (Kedubes) Australia.

Moeldoko mengatakan, pengoperasian LTSA merupakan langkah tepat untuk meningkatkan perlindungan dan pelayanan kepada pekerja migran. LTSA ini, kata dia, akan memberi kepastian dan efektivitas pelayanan migrasi para pekerja. ”Ini akan mempermudah pengurusan dokumen mereka (pekerja migran). Kalau dulu terpisah-pisah, waktu dan biaya yang dibutuhkan lebih besar, akhirnya banyak yang memilih jalur ilegal lewat calo dokumen,” ujar Moeldoko.

Dengan LTSA ini, lanjut Moeldoko, calon pekerja migran bisa meminimalkan biaya dan prosedur berbelit. Pembentukan LTSA ini sejalan dengan program Desbumi dari Migrant Care dan Desa Migran Produktif (Desmigratif) dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

Dalam kesempatan itu, Moeldoko berharap Pemkab Banyuwangi dan Desbumi memberikan pendampingan bagi keluarga buruh migran. Misal dengan membentuk komunitas parenting bagi anak dan keluarga pekerja migran. ”Perlu juga diajarkan manajemen pengelolaan keuangan. Agar remitansi bisa dimanfaatkan dengan baik, sehingga mereka tidak harus bolak-balik kembali bekerja di luar,” kata Moeldoko.

Mal Pelayanan Publik Banyuwangi menjadi lokasi LTSA merupakan tempat pelayanan terpadu di mana semua pengurusan dokumen dilakukan di satu tempat. Mal tersebut telah melayani 199 jenis layanan dalam satu atap, mulai administrasi kependudukan seperti akta kelahiran dan kematian, kartu identitas anak, KTP, beragam jenis izin usaha, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, PDAM, pelayanan izin kendaraan, hingga pembayaran retribusi daerah. Termasuk ada layanan administrasi pernikahan dari Kementerian Agama.

(bw/sgt/ics/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia