Rabu, 19 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Kesehatan

Sukses Hilangkan Nyeri berkat Kolaborasi Pasien dan Tenaga Kesehatan

28 November 2018, 17: 15: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

PASCA OPERASI: dr Yanuar SpAn memeriksa pasien di ruang pemulihan kamar operasi RS Al Huda Genteng Banyuwangi.

PASCA OPERASI: dr Yanuar SpAn memeriksa pasien di ruang pemulihan kamar operasi RS Al Huda Genteng Banyuwangi. (RS Al Huda For RaBa)

GENTENG – Nyeri adalah suatu pengalaman emosional seseorang. Rasa nyeri menimbulkan perasaan tidak nyaman, baik ringan maupun berat. Rasa nyeri juga menimbulkan penderitaan berupa rasa sakit pada anggota tubuh tertentu.

Dokter spesialis anestesi di Rumah Sakit Al Huda (RSAH) Genteng Banyuwangi dr Nyoman Yanuarningtyas SpAn mengatakan bahwa rasa tidak nyaman itu disebabkan adanya kerusakan jaringan, peradangan, prosedur bedah, dan atau penyakit. ”Ada dua jenis nyeri berdasarkan waktu lamanya serangan. Yang pertama nyeri akut dan yang kedua nyeri kronis,” ujarnya.

Menurut Nyoman Yanuar, nyeri akut biasanya berlangsung selama berjam-jam. Bahkan, bisa berlangsung dalam hitungan hari atau minggu. Sedangkan nyeri kronis biasanya dirasakan lebih dari enam bulan. Pola nyeri ada yang timbul dengan periode yang diselingi interval bebas dari nyeri lalu nyeri timbul kembali. ”Adapun pola nyeri kronis yang terus menerus teras makin lama semakin meningkat intensitasnya walaupun telah diberikan pengobatan,” jelas spesialis anestesi yang biasa dipanggil Yanuar tersebut.

Dia menjelaskan, penilaian pada pasien yang mengalami nyeri adalah hal penting. Yaitu dengan melihat riwayat penyakit, riwayat psikososial, obat-obatan yang pernah dikonsumsi, serta riwayat keluarga.

Untuk memperoleh hasil assessment yang optimal, kata Yanuar, diperlukan komunikasi yang baik dengan pasien. Hal ini butuh pendekatan profesional yang empatik kepada pasien. ”Sehingga pasien secara pribadi sadar dan minat untuk mengembalikan kenyamanan secara pribadi,” ujarnya.

Yanuar menambahkan, dengan perawatan yang empatik, pasien dengan terbuka akan memberi tahu atau bercerita keluh kesahnya. Termasuk, kata dia, pengalaman nyeri yang paling bermasalah. Dalam tahap ini, petugas harus mendengarkan, menyediakan waktu, memberi saran, menyembuhkan, melakukan validasi, dan menawarkan solusi. ”Dengan informasi cukup, petugas bisa menentukan tentang jenis nyeri yang dialami oleh pasien. Sehingga bisa memberikan terapi yang cepat dan tepat bagi pasien,” tutur Yanuar.

Sedangkan dr Suryadinata manajer pelayanan RS Al Huda menambahkan, keberhasilan manajemen nyeri tetap tergantung pada kerja sama yang baik antara pasien dan upaya petugas profesional/ dokter yang secara sungguh-sungguh. ”Pasien memberikan akses dan informasi terbaik, sehingga dokter atau tenaga profesional RS bisa memberikan pelayanan dengan kualitas tinggi dan menurunkan potensi risiko tidak nyaman pada pasien,” pungkasnya.

(bw/rbs/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia