Rabu, 19 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Genteng

Sungai Badeng Meluap, Warga Alasmalang Mengungsi

27 November 2018, 05: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

WASPADA: Warga dan anggota kepolisian siaga di jembatan Garit Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Minggu malam (25/11)

WASPADA: Warga dan anggota kepolisian siaga di jembatan Garit Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Minggu malam (25/11) (Bagus Rio/RaBa)

SINGOJURUH - Warga Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, kembali dihantam banjir bandang, Minggu malam (25/11). Gara-garanya, debit air sungai yang membelah desa itu meningkat setelah diguyur hujan deras sejak pukul 13.30. Warga yang tinggal di pinggir sungai juga langsung  berhamburan ke luar rumah.

Saat hujan turun sekitar pukul 13.30, warga masih bisa tenang. Tapi, mereka mulai risau setelah mendengar kabar kalau di hulu, yakni di wilayah Kecamatan Songgon turun hujan deras dan debit air di Sungai Badeng naik. “Pukul 17.00 air di sungai besar dan mulai naik ke jalan, warga berhamburan keluar rumah dan merapat ke jembatan Garit,” ujar Hari Nurhadi, 50, warga Dusun Garit, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh.

Ada kabar debit air sungai naik, jelas dia, hampir semua warga ke luar rumah. Sejumlah anggota polisi juga datang ke sekitar jembatan Garit untuk ikut memantau air sungai. “Warga dan anggota polisi bersama-sama memantau debit air, mereka takut kenaikan debit air itu membawa material kayu yang bisa berpotensi banjir bandang lagi,” ungkapnya.

Kenaikan debit air semakin parah sekitar pukul 17.29. Saat itu, air sungai di sekitar jembatan Garit mulai naik ke jalanan. Untuk keamanan, warga langsung menutup jalan yang menuju ke jembatan. “Air sudah meluap ke jalan,” ujarnya.

Air sungai yang meluap itu, masih kata dia, akibat ada beberapa kayu yang melintang dan menyumbat saluran air. Air sungai yang meluap itu, langsung masuk ke perkampungan di Dusun Bangunrejo, Desa Alasmalang. “Ada sekitar empat rumah yang terendam air,” ungkapnya.

Nurhadi mengaku belum mengetahui ketinggian air yang masuk ke rumah warga. Untuk keamanan, semua warga keluar dari rumah dan mengungsi. “Semua keluar, rumah dikunci dan ditinggal mengungsi ke rumah saudara yang jauh dari lokasi,” katanya.

Kondisi semakin parah setelah material berupa kayu terus hanyut dibawa banjir. Bahkan, material batu dan pasir yang sebelumnya menumpuk di pinggir sungai Badeng juga ikut hanyut. “Semuanya hanyut, air sudah bercampur lumpur dan meluber ke jalan,” ungkapnya.

Pukul 18.15, beberapa rumah warga sudah mulai tergenang dengan ketinggian sekitar 60 centimeter. Namun, untuk jumlah rumah yang terdampak belum bisa diketahui. “Kita masih dalam keadaan panik, karena hujan juga tidak kunjung reda,” jelasnya.

Sampai pukul 18.30, hujan di Desa Alasmalang masih belum reda dan air sungai terus meluap. Air yang meluap itu masuk ke tiga dusun lain, yakni di Dusun Garit, Dusun Bangunrejo, dan Dusun Bangunsari. Ketinggian air di jalan sekitar satu meter, dan seluruh warga mengungsi. “Ini sudah parah, jadi semua langsung mengungsi,” cetusnya.

Hingga pukul 20.00 hujan masih juga belum reda. Itensitas debit air terus naik dan air juga terus merambah ke jalan raya sebelah utara dan selatan. Beberapa tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, berusaha mengecek rumah warga yang tergenang untuk memastikan tidak ada warga yang terjebak di dalam rumahnya.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Eka Muharam mengatakan setelah menerima laporan debit air sungai Badeng mulai naik, pihaknya langsung berkoordinasi dengan beberapa personel. “Kita sudah langsung terjunkan beberapa personil untuk membawa alat berat ke lokasi,” katanya.

Alat berat itu, lanjut dia, disiapkan di lokasi untuk mengurangi ancaman resiko banjir bandang. Selain itu, juga untuk mengambil kayu yang menghadang aliran air.”"Kayu kita pinggirkan menggunakan alat berat,” ujarnya.

Untuk sementara ini, pihaknya belum menerima data terkait berapa rumah warga yang terdampak banjir bandang. Yang jelas, air sudah meluap ke pemukiman warga dan menggenang di jalan. “Kita akan data dulu rumah yang terdampak,” cetusnya.

Eka mengaku masih berusaha menyelamatkan warga untuk diungsikan ke tempat yang lebih aman. Sehingga, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. “Semua kita suruh untuk mengungsi dan meningkatkan kewaspadaan, agar tidak ada korban jiwa,” tegasnya. (abi)

(bw/rio/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia