Minggu, 16 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Kerap Nongkrong di Pasar Blambangan, Alex Ternyata Gembong Curanmor

21 November 2018, 12: 05: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

PENUH TATO: Mishadi alias Alex Cobra kini tak sangar lagi. Kaki kanannya pincang setelah dilubangi timah panas polisi (kiri). Sepeda motor hasil kejahatan komplotan Ismail dan Alex Cobra diamankan di Polres Banyuwangi.

PENUH TATO: Mishadi alias Alex Cobra kini tak sangar lagi. Kaki kanannya pincang setelah dilubangi timah panas polisi (kiri). Sepeda motor hasil kejahatan komplotan Ismail dan Alex Cobra diamankan di Polres Banyuwangi. (Dedy Jumhardiyanto/RaBa)

BANYUWANGI –  Dua gembong curanmor yang ditembak polisi Minggu lalu (18/11) masih mendekam di rumah tahanan Mapolres Banyuwangi. Mereka adalah Ismail dan Mishadi alias Alex Cobra. Kemarin (19/11), kedua alap-alap curanmor tersebut masih terus dikorek keterangannya oleh penyidik Reskrim Polres Banyuwangi.

Daftar kejahatan dua bandit tersebut terus dikembangkan Resmob. Dan tidak menutup kemungkinan barang bukti sepeda motor yang disita dari komplotan ini lebih dari sepuluh unit. Sebab, aksi keduanya dilakukan cukup lama di tiga kecamatan (Glagah, Giri, dan Banyuwangi). 

Setelah menaklukkan Ismail dan Alex Cobra, Resmob kini memburu satu pelaku utama lagi. Pelaku berinisial M tersebut masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Satreskrim Polres Banyuwangi. Dari catatan polisi, M bersama Ismail ikut terlibat aksi curanmor di Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro.

Hingga kini, polisi masih memburu keberadaan M yang diduga sebagai otak pencurian. ”Kami menduga masih banyak korban dan barang bukti lainnya. Karena pelaku M ini masih kabur,” tegas Kapolres AKBP Taufik HZ.

Menurut Kapolres, jika mempelajari aksi komplotan Ismail dan Alex Cobra tersebut beroperasi, kawanan ini menyasar kendaraan yang sudah agak usang atau keluaran pabrik tahun 2005 ke bawah. Dari pengakuan tersangka Ismail, selama melakukan aksinya Ismail juga ditemani oleh M yang kini masih kabur.

Selama melakukan aksi pencurian dengan M tersebut, Ismail juga beberapa kali membuahkan hasil dengan membawa kabur motor milik korban. ”Satreskrim masih terus mengembangkan untuk mencari pelaku dan barang bukti motor lainnya. Sepertinya lebih dari belasan motor dan kemungkinan masih bisa bertambah,” terang Kapolres.

Komplotan Ismail bersama beberapa orang penadahnya juga pernah ditahan dengan kasus yang sama pada tahun 2005 dan dijatuhi hukuman dua tahun penjara.

Sementara itu, tertangkapnya Alex Cobra menjadi perbincangan hangat warga di sekitar Pasar Blambangan. Maklum, sehari-harinya Alex Cobra nongkrong di situ sebagai tukang parkir. Tak pelak, begitu melihat foto di Jawa Pos Radar Banyuwangi, orang-orang pasar banyak yang terkejut. ”Tampilan Alex Cobra memang sangar dan menakutkan. Sekujur tubuhnya penuh tato. Kami senang dia tertangkap,” ujar Sujiman, warga Klatak yang mengaku sering melihat Alex Cobra nongkrong di Pasar Blambangan.

Jajaran Resmob Polres Banyuwangi meringkus dua alap-alap curanmor yang aksinya cukup meresahkan masyarakat. Bukan hanya aktor utamanya yang dibekuk, delapan penadahnya ikut digulung bersama barang bukti sepuluh sepeda motor hasil kejahatan. Minggu lalu (18/11), para komplotan curanmor antar-kecamatan itu dibeber di hadapan awak media.

Aktor utama yang dilubangi kakinya adalah  Ismail, 34, warga  Dusun Wonosari, Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah dan Mishadi alias Alex Cobra, warga Kelurahan Singotrunan, Kecamatan Banyuwangi. Komplotan Ismail dan Alex Cobra beroperasi di wilayah Kalipuro, Giri dan Banyuwangi.

Pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan sejumlah warga. Kali pertama yang melaporkan adalah Supendi, salah seorang warga Penganjuran yang kehilangan sepeda motor Honda Supra Fit dengan nomor polisi P 5022 YB. Pemilik toko roti itu kehilangan motornya pada Rabu (7/11) lalu dan melapor di Mapolsek Banyuwangi.

Tak berselang lama, pada Selasa (13/11) kembali ada laporan kehilangan motor di dua tempat kejadian perkara (TKP) berbeda. Pelapornya adalah Saidatul Ikroma, warga Kelurahan Klatak, yang kehilangan motor Honda supra X dengan nomor polisi P 5267 XF.

Pelapor selanjutnya yakni Krisna Prasukma yang kehilangan motor Honda Supra miliknya di Jalan Letkol Istiqlah, samping kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Banyuwangi.

Keesokan harinya pada Rabu (14/11), ada laporan kehilangan motor lagi. Kali ini pelapornya Purwanto, warga Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro dan Suhri warga Payaman, Kelurahan/Kecamatan Giri.

Dari hasil pengungkapan jaringan Ismail dan Alex Cobra, polisi turut mengamankan sepuluh motor hasil curian yang dikuasai para penadah. Para penadah akan dijerat pasal 480 KUHP, sementara bagi Ismail dan Alex Cobra polisi menjerat dengan pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara.   

Ismail dan Alex Cobra memiliki jaringan penadah yang setiap transaksi selalu dijual murah mulai harga Rp 1 juta.  Sasaran aksi pencurian kawanan Ismail dan Alex Cobra ini merupakan motor lama atau keluaran pabrik kisaran tahun 2005 ke bawah. Dalam melakukan aksinya, kawanan ini hanya berbekal gunting yang sudah dimodifikasi menyerupai kunci letter T. Motor keluaran tahun 2005 sebagian besar kunci kontaknya tidak ada penutup dan sangat mudah untuk dicuri.

(bw/ddy/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia