Minggu, 16 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Lifestyle

Serunya Belajar Bahasa Oseng, Dijamin Semua Bisa

21 November 2018, 11: 05: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Okta Viola, artis kendang kempul pendatang baru

Okta Viola, artis kendang kempul pendatang baru (Dedy Jumhardiyanto/RaBa)

Meski hanya berlabel artis pendatang baru di belantika musik Banyuwangi, Okta Viola tergolong artis yang cerdas dan cepat beradaptasi. Terbukti, empat lagu Banyuwangi berbahasa Oseng bisa dilahap dengan mudah. Dinyanyikan dengan merdu dengan logat serta intonasi yang pas.

Padahal, dara kelahiran Jember 20 Desember 2001 ini setiap harinya aktif berbahasa Madura. Uniknya, saat menyanyikan lagu Banyuwangi berbahasa Oseng justru tak terlihat logat Maduranya.  ”Kuncinya serius dan fokus untuk menghayati dan menghafalkan lagu sesuai kosakatanya,” ujar siswi kelas XI SMAN Kalisat ini.

Bahasa Oseng memang tak asing di telinganya. Ayahnya, Suhermanto, adalah warga Desa Glenmore. Namun, beberapa kosakata cukup susah untuk diucapkan dengan benar. Hal ini cukup dimaklumi karena lidahnya terbiasa dengan logat Madura.

Khusus menghafal lirik lagu bahasa Oseng, Okta banyak mendengarkan dari pengantar lagu sebelumnya. Namun, dia justru lebih mudah menghafal lirik lagu yang masih baru diciptakan atau belum dibawakan penyanyi lain. ”Kalau bicara bahasa Oseng mudah, tapi masih sering tidak paham artinya,” ungkap putri kedua pasangan suami-istri Suhermanto dan Dianawati tersebut.

Agar tidak salah dalam pengucapan kata-kata bahasa Oseng, Okta bertanya langsung pada ahlinya. Hal itu dinilai penting karena jika salah mengucapkan tentu akan lucu dan berbeda maknanya. Apalagi, jika diucapkan dalam lantunan irama lagu berbahasa Oseng. ”Kalau salah ucap malah jadi bahan tertawaan orang. Bisa-bisa juga bisa dicemooh oleh warga Banyuwangi,” katanya.

Dalam album ”Dami Kemambang” yang telah dirilis, Okta menyanyikan empat lagu berjudul  Lintang, Semene Byaen, Dituduh, dan Seumur Jagung. Selama proses rekaman, dia tidak mengalami kendala berarti karena semua lagu sudah dihafalkan lebih dulu dengan didampingi produser dan pencipta lagu. ”Untuk latihan bahasa Oseng, sering mendengarkan dan belajar terus-menerus itu saja,” tandasnya.

(bw/ddy/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia