Minggu, 16 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Angka Kecelakaan Lalu Lintas Turun 53 Persen

20 November 2018, 17: 00: 31 WIB | editor : Bayu Saksono

MENUNGGU PEMILIKNYA: Belasan motor yang terlibat kecelakaan lalu lintas diamankan satuan lalu lintas Polres Banyuwangi, Senin (19/11).

MENUNGGU PEMILIKNYA: Belasan motor yang terlibat kecelakaan lalu lintas diamankan satuan lalu lintas Polres Banyuwangi, Senin (19/11). (DEDY JUMHARDIYANTO/RABA)

BANYUWANGI - Kesadaran masyarakat berlalu lintas diapresiasi Polres Banyu­wangi. Betapa tidak, jumlah angka kece­lakaan lalu lintas (lalin) selama berlang­sungnya Operasi Zebra Semeru 2018 berhasil menekan jumlah angka kece­lakaan lalin di Banyuwangi. Angka pe­nurunan jumlah laka lalin di Banyuwangi mencapai 53 persen dibanding tahun lalu.

Kasatlantas Polres Banyuwangi AKP Prianggo Malau Parlindungan menga­takan, selama berlangsungnya Operasi Zebra jumlah angka kecelakaan dan pe­langgaran lalu lintas turun drastis. ”Ini bukti masyarakat Banyuwangi se­makin mengerti dan mematuhi peraturan lalu lintas. Ini pertanda baik, semakin hari semakin turun untuk jumlah pelang­gar dan angka kecelakaan di jalan diban­dingkan tahun lalu,” ungkapnya.

Dari data Satuan Lalu Lintas Polres Ba­nyuwangi, selama Operasi Zebra Semeru digelar di tahun 2016 pelanggaran tilang sebanyak 1.152 sedangkan di tahun 2017 sebanyak 4.822 pelanggar, dan pada tahun 2018 ini turun menjadi 2.592 pe­langgar yang dikenakan sanksi tilang.

Pelanggaran masih didominasi karena tidak menggunakan helm standar nasional Indonesia (SNI) sebanyak 414 pelanggar, melawan arus 101 pelanggaran, dan meng­gunakan ponsel saat berkendara 51 pelanggaran. Sementara pengendara di bawah umur sebanyak 124 pelanggar, tidak memakai safety belt 187 pelanggar, dan lain-lain sebanyak 1.715 pelanggaran.

Hampir seluruh pelanggar dikenakan sanksi tilang dengan membayar denda. Tapi yang terbanyak, mereka melakukan pembayaran denda dengan sistem e-Tilang. Bagi para pelanggar yang di­kenakan sanksi tilang tersebut cukup menunjukkan bukti pembayaran dari bank ke kantor Kejaksaan Negeri Banyuwangi.

Sementara untuk jumlah angka kecelakaan lalu lintas, pada tahun 2017 lalu jumlah kejadian laka lantas mencapai 17 kasus, sementara pada tahun 2018 ini turun hanya 7 kasus. Begitu pula de­ngan tingkat fatalitas akibat laka lantas, jika pada tahun 2017 lalu korban me­ninggal dunia mencapai 7 orang, tahun ini hanya satu orang meninggal dunia.

”Semoga tren positif ini terus bisa ber­langsung hingga pasca digelarnya Operasi Zebra ini. Sehingga bisa meningkatkan kesadaran masyarakat Banyuwangi dalam berlalu lintas,” jelas mantan Kasatlantas Jember ini.

Selain penegakan hukum, anggota Pol­res Banyuwangi juga memberlakukan kegiatan preventif, sosialisasi penyebaran spanduk, program keamanan lalu lintas, dan program keselamatan lalu lintas. Polres Banyuwangi juga memperkenalkan berbagai program preventif meliputi pengaturan lalu lintas, penjagaan, pengawalan, dan patroli lalu lintas. ”So­sialisasikan juga kita berikan ke berbagai lokasi seperti sekolah-sekolah dan pondok pesantren sebagai upaya peningkatan kesadaran berlalu lintas sejak dini,” pungkasnya.

(bw/ddy/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia