Minggu, 16 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi

Petani Jajag Terima Alat Pencabut Akar dari Poliwangi

20 November 2018, 15: 25: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

UJI COBA: Ketua PKM alat Pencabut Akar, Adetiya Prananda Putra (kanan) bersama mahasiswanya menguji alat pencabut akar di Dusun Bulusari, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, kemarin

UJI COBA: Ketua PKM alat Pencabut Akar, Adetiya Prananda Putra (kanan) bersama mahasiswanya menguji alat pencabut akar di Dusun Bulusari, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, kemarin (ANGGRA FIVERIATI FOR JPRG)

GAMBIRAN-Untuk mengoptimalkan waktu tanam jeruk dengan mempercepat proses pembersihan lahan, yaitu mencabut akar pohon jeruk siam, Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) menyerahkan alat pencabut akar kepada para petani di Dusun Bulusari, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, kemarin.

Dalam program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), Poliwangi sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Kabupaten Banyuwangi, melalui mahasiswanya Dicky Irawan dan Gading Arta didampingi tim dosen Adetiya Prananda Putra, Anggra Fiveriati, dan Firda Rachma Amilia, merancang alat pencabut akar. “Mesin ini diperuntukkan kepada para petani yang membongkar tanamannya,” ujar ketua PKM alat pencabut akar, Adetiya Prananda Putra.

Menurut Adetiya, selama ini tanaman jeruk siam mulai berproduksi pada umur dua tahun sampai 10 tahun. Namun, pada umur delapan tahun produksi tanaman jeruk siam mengalami penurunan. “Saat penurunan itulah, para petani pasti membutuhkan regenerasi baru dengan cara mengganti tanaman lamanya,” katanya.

Dalam proses penggantian itu, lanjut dia, para petani jeruk siam sering kesulitan saat akan membersihkan lahannya. Karena, harus membongkar tanaman lamanya itu hingga ke akar-akarnya. “Proses pembongkaran yang dilakukan para petani selama ini masih manual, sehingga butuh waktu lama,” paparnya.

Para petani jeruk, masih kata dia, untuk proses pencabutan akar petani harus membutuhkan tenaga dan biaya yang sangat besar. Untuk meminimalisir biaya, para petani membutuhkan alat pencabut akar. “Sebelumnya alat pencabut akar ini sudah kita sosialisasikan untuk cara kerjanya," cetusnya.

Adetiya berharap, dengan adanya alat itu dapat membantu petani mengoptimalkan waktu tanam jeruk dengan mempercepat proses pembersihan lahan, yaitu mencabut akar pohon jeruk yang lama. “Semoga alat ini bermanfaat bagi para petani, terutama di Desa Jajag, Kecamatan Gambiran yang sudah menerima alat tersebut,” harapnya.(abi)

(bw/rio/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia