Minggu, 16 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Genteng

Usai Makan Korban, Tower Seluler di Stail Genteng Dipasang Police Line

20 November 2018, 12: 15: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

DIBENTANGKAN: Anggota Polsek Genteng memasang police line di lokasi tower tempat seorang pekerja tewas di Desa Setail, Kecamatan Genteng, Minggu (18/11).

DIBENTANGKAN: Anggota Polsek Genteng memasang police line di lokasi tower tempat seorang pekerja tewas di Desa Setail, Kecamatan Genteng, Minggu (18/11). (Krida Herbayu/RaBa)

GENTENG - Lokasi tempat terjatuhnya Bambang Hadi Purwanto, 32, pekerja tower hingga tewas di Dusun Krajan, Desa Setail, Kecamatan Genteng, dipasang garis polisi, Minggu (18/11). Pemasangan pita kuning milik polisi itu lantaran proses penyelidikan kasus ini masih berlangsung.

Untuk kasus itu, Polsek Genteng yang menangani perkara itu sudah memanggil keluarga korban, tiga saksi, dan perwakilan PT Daya Mitra Telekomunikasi (DMT). “Untuk kepentingan penyidikan, TKP kita pasangi garis polisi,” ungkap Kapolsek Genteng Kompol Samsodin melalui Kanit Reskrim Iptu Pudji Wahyono.

Kanitreskrim menyebut dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi kasus ini murni kecelakaan kerja. Pihaknya tinggal menunggu pertemuan keluarga korban dengan perwakilan PT DMT terkait santunan. “Semuanya sudah kami periksa, tinggal menuggu kesepakatan kedua pihak. Setelah semua selesai, police line akan kita buka lagi,” jelasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, akibat tali pengaman putus seorang pekerja menara telepon seluler atau tower milik PT DMT Bambang Hadi Purwanto, 32, warga Dusun Ndarungan, Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu, terjatuh dari ketinggian 45 meter dan tewas, Selasa (13/11).

Korban meninggal saat dilarikan ke Rumah Sakit Al Huda Genteng, karena mengalami luka parah di bagian kepala dan patah tulang di beberapa bagian tubuhnya. (abi)

(bw/kri/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia