Minggu, 16 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Lifestyle

Festival Batik Bawa Perajin Lokal Go Industri Fashion Internasional

20 November 2018, 06: 05: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

POTENSI LOKAL: Para model menyuguhkan karya-karya menarik perajin batik Banyuwangi dalam puncak Banyuwang Batik Festival 2018 di Gesibu Blambangan.

POTENSI LOKAL: Para model menyuguhkan karya-karya menarik perajin batik Banyuwangi dalam puncak Banyuwang Batik Festival 2018 di Gesibu Blambangan. (Tulus For RaBa)

BANYUWANGI – Banyuwangi Batik Festival (BBF) sukses membuat ribuan penonton yang memadati Gedung Seni Budaya (Gesibu) Blambangan terpukau Sabtu malam (17/11). Selain memesona, ajang ini juga sukses mengantarkan perajin batik lokal Banyuwangi ke industri fashion nasional dan internasional.

Panggung BBF dibuka dengan kolaborasi desainer dan perajin batik lokal Banyuwangi, seperti Isyam Syamsi dengan Batik Seblang, Ocha Laros dengan Batik Sayuwiwit, Sanet Sabintang dengan Batik Sekar Kedaton, dan Amuzaki Fahim dengan Batik Pringgokusumo.

Para model berhasil menyuguhkan karya-karya menarik berbahan batik khas Banyuwangi, motif Gedegan, mulai kimono, street wear, hingga spesial occasion seperti baju seremonial dan baju pesta. Selain desainer lokal, ajang ini juga menampilkan adibusana karya desainer nasional hingga Internasional.

Tak pelak, ajang ini pun sukses mengantarkan perajin batik lokal Bumi Blambangan menuju industri fashion nasional. Desainer nasional Weda Githa menyuguhkan rancangan eklektik dengan banyak menampilkan outfit outer. “Biasanya, batik Banyuwangi tampil color full, tapi kini menampilkan warna klasik. Untuk batik pesisir, ini sesuatu yang baru. Bagus banget, memperkaya khazanah,” kata Weda yang menggandeng Batik Pendawi dan Batik Srikandi.

Ketua Indonesia Fashion Chamber (IFC) Ali Charisma mengapresiasi kinerja industri batik Banyuwangi. Ali merupakan mentor para desainer Banyuwangi selama perhelatan BBF. Dia membuka ruang konsultasi secara online, mulai pemilihan bahan, desain, hingga fitting. “Saya melihat bakat luar biasa. Saya bersemangat membawa pelaku batik Banyuwangi ke industri fashion nasional bahkan internasional,” ujar Ali.

Bersama perajin batik Banyuwangi, Ali menampilkan 10 koleksinya, mulai gaun malam hingga jaket. “Jaket yang saya rancang ini khusus untuk winter. Rencananya, akan ditampilkan dalam fashion show di Paris, yakni La Mode Sur La Seine a Paris pada 1 Desember mendatang yang digelar di tepi Sungai Seine,” ujarnya.

Sementara itu, selain suguhan makarya para desainer, malam puncak BBF semakin semarak dengan aksi penyanyi dan pencipta lagu Melly Goeslaw. Dia menyanyikan sejumlah lagu hits, mulai Ada Apa Dengan Cinta, Bimbang, dan lain-lain. “Sebenarnya saya mau nyanyi enam lagu. Tapi kalau penonton seru seperti ini, saya boleh nambah ya,” kata Melly yang malam itu juga mengenakan busana batik Banyuwangi.

(bw/sgt/ics/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia