Minggu, 16 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Empat Poktan Dapat Sekolah Lapang Good Agriculture Practice

19 November 2018, 12: 05: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

BELAJAR: Peserta Sekolah Lapang Good Agriculture Practice (SL GAP) praktik lapangan tanaman buah di Banyuwangi.

BELAJAR: Peserta Sekolah Lapang Good Agriculture Practice (SL GAP) praktik lapangan tanaman buah di Banyuwangi. (Hoiri For RaBa)

BANYUWANGI - Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi menerapkan Sekolah Lapang Good Agriculture Practice (SL GAP) untuk menghadapi persaingan kualitas produksi buah.

Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi melalui Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura Moh Hoiri mengatakan, petani dan pelaku usaha agribisnis buah-buahan dituntut memiliki kemampuan untuk menerapkan teknologi budi daya tanaman secara baik dan benar. ”Hal ini dimaksudkan untuk menghasilkan produk buah yang aman konsumsi dan bermutu tinggi sesuai permintaan konsumen,” jelas Hoiri Jumat lalu (16/11).

Oleh karena itu, perlu dikembangkan budi daya buah yang berorientasi pada pengembangan kawasan berbasis penerapan Good Agricultural Practices (GAP) atau tata cara budi daya tanaman secara tepat.

Agar penerapan SL GAP dapat berjalan optimal, Dinas Pertanian Banyuwangi memfasilitasi penyelenggaraan Sekolah Lapang GAP (SL-GAP) buah di empat kelompok tani (Poktan) yang tersebar di empat kecamatan.

Pada September lalu, Poktan Purwojoyo, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo dan Poktan Margomakmur, Desa Kebaman, Kecamatan Srono mendapat program SL GAP. Sementara itu, Poktan IR-64 di Desa Tegalrejo, Kecamatan Tegalsari dan Poktan Sekararum, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesannggaran, mendapat giliran program SL GAP pada Oktober 2018 lalu.

”Komoditas hortikultura unggulan di Banyuwangi ini banyak dibudidayakan oleh petani karena memiliki nilai ekonomi yang sangat bagus,” ujar Hoiri.

Sementara itu, Ketua Poktan IR-64, Desa Tegalrejo, Tukirin, menyambut baik kegiatan SL GAP. ”Banyak manfaat dan pengetahuan baru yang kami dapat. Ke depan, kami optimistis mampu meningkatkan produksi buah dengan kualitas terbaik,” pungkas Tukirin.

(bw/*/rbs/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia