Minggu, 16 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Sports

Besaran Anggaran Belum Jelas, Cabor Tetap Gelar TC

18 November 2018, 06: 05: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

MULAI LATIHAN: Atlet Kodrat Banyuwangi tengah berlatih di GOR Tawangalun, Banyuwangi, Jumat (16/11).

MULAI LATIHAN: Atlet Kodrat Banyuwangi tengah berlatih di GOR Tawangalun, Banyuwangi, Jumat (16/11). (Kodrat Bwi For RaBa)

BANYUWANGI – Harapan pengurus cabang olahraga Banyuwangi yang berada di bawah naungan KONI untuk bisa berprestasi di Porprov Jatim 2019 mendatang tampaknya cukup besar. Meski Anggaran dana hibah untuk pembinaan olahraga untuk tahun depan tampaknya jauh lebih kecil dari tahun ini, para pengurus cabor tetap mengagendakan jadwal pemusatan latihan untuk atlet-atlet mereka.

Beberapa cabang olahraga yang dari pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi sudah mulai terlihat menyiapkan atlet mereka untuk masuk dalam program TC di antaranya, tarung derajat, karate, kempo, taekwondo, renang, selam, dan pencak silat. Bahkan, di antara cabor-cabor tersebut sudah menjalankan TC berjenjang untuk mempersiapkan atletnya sebelum masuk TC konsentrasi Kontingen Porprov 2019 mendatang.

”TC sudah kita mulai laksanakan. Salah satunya di Padepokan PSHT Cluring. Nanti ke depan TC akan kita buat di dua lokasi. Ini untuk mempermudah atlet yang tersebar di Banyuwangi,” ujar Sekretaris IPSI Hidayaturrahman.

Hal yang sama juga dilakukan Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Banyuwangi. Sejak sebulan terakhir para atlet sudah tampak di TC di areal GOR Tawangalun. Kodrat tampaknya menjadi salah satu cabor paling ngotot untuk bisa tampil maksimal di Porprov Jatim 2019.

Karena prestasi mereka di tahun 2015 lalu adalah juara umum, sehingga sangat terlihat persiapan mereka untuk bisa tampil dengan baik. ”Kita sudah siapkan atlet sejak mengikuti Kejurda lalu. Beberapa atlet kita TC untuk Kejurprov, tapi kesiapan mereka juga kita siapkan untuk TC persiapan Porprov,”ujar Ketua Harian KODRAT Banyuwangi Ribut Puryadi.

Sementara itu, Sekretaris Tim Anggaran Pemkab Banyuwangi Samsudin mengatakan, untuk besaran anggaran yang diterima cabang-cabang olahraga di Banyuwangi masih dalam tahap pembahasan. Sehingga, imbuh Samsudin, pihaknya masih belum bisa menyampaikan berapa angka pasti yang nantinya akan diterima oleh KONI Banyuwangi.

Namun, jika mengacu kepada anggaran tahun ini, dan kebijakan terkait defisit APBD, kemungkinan perolehan dana hibah yang akan diperoleh KONI Banyuwangi adalah 50 persen dari perolehan hibah tahun lalu. ”Kebijakan pemkab untuk hibah tahun 2019 rata-rata dikurangi 50 persen. Untuk KONI direncanakan Rp 2,75 miliar,” ujarnya

Senada dengan Sekkab dan Sekretaris Tim Anggaran, Kepala Dispora Banyuwangi Wawan Yadmadi tampaknya juga masih belum bisa memastikan apakah KONI bisa mendapatkan anggaran sesuai dengan kebutuhan mereka atau tidak. Padahal, beberapa hari sebelumnya Ketua KONI Banyuwangi Michael Edy Hariyanto menegaskan, jika anggaran yang diberikan pemkab berada di bawah angka Rp 3,5 miliar atau jauh lebih kecil dari anggaran tahun ini, dirinya memilih tidak berpartisipasi di Porprov Jatim 2019.

Statemen tersebut bukan tanpa alasan. Michael menilai selain pembinaan rutin, untuk Porprov para cabor membutuhkan anggaran untuk melakukan TC dan pemberangkatan ke empat kota/kabupaten yang menjadi tuan rumah Porprov Jatim 2019. Jika anggaran tidak cukup, dia khawatir kontingen Banyuwangi tidak bisa bersaing dan justru menjadi pesakitan.

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia