Jumat, 18 Jan 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Kesehatan

Oh, Begini Rasanya Membuntuti Go-Jek Antarkan Obat ke Rumah Pasien

14 November 2018, 12: 05: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

LEBIH PRAKTIS: Mitra Go-Jek Guntur Sugiantoro menyerahkan obat dari RSUD Blambangan kepada Suryaningsih, keluarga pasien yang tinggal di Jalan Widuri Banyuwangi.

LEBIH PRAKTIS: Mitra Go-Jek Guntur Sugiantoro menyerahkan obat dari RSUD Blambangan kepada Suryaningsih, keluarga pasien yang tinggal di Jalan Widuri Banyuwangi. (Shulhan Hadi/RaBa)

Kehadiran layanan ojek online Go-Jek disambut baik oleh kalangan kesehatan. Wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, SHULHAN HADI, ikut merasakan lika-liku mengantar obat sampai ke tangan pasien.

Jam di tangan sudah menunjukkan pukul 09.45. Pagi itu, suasana di RSUD Blambangan terlihat ramai. Satu per satu pasien berdatangan. Tak lama kemudian, sejumlah petugas yang stand by di depan pintu menyambut dengan sigap.

Tidak hanya datang, sejumlah pasien yang meninggalkan RSUD dengan senyum mengembang juga banyak. Menandakan kondisi kesehatan yang makin membaik. Di luar kesibukan itu, di sisi timur pintu masuk ruang pelayanan, sebuah bangunan dengan desain mencolok berdiri.

Bangunan tersebut dinamai shelter pelayanan pengantaran obat Go-Jek dan Gancang Aron. Tiga orang berjaket Go-Jek tampak berbincang. Dari kenalan yang saya lakukan mereka Dadang Prasetyo, 36, Rahmat Aminullah, 30, Guntur Sugiantoro, 69.

Tak lama kami mengobrol, satu temannya juga datang. Dia adalah Hendrik Alexander, 40. Selain mereka berempat, kursi shelter yang  lumayan panjang ini juga menjadi tempat beristirahat keluarga pasien.

Tak sembarang mitra Go-Jek, mereka ini merupakan mitra Go-Jek pilihan yang masuk dalam database RSUD Blambangan. Keberadaan mereka di RSUD bukan sembarang menunggu order masuk ke dalam smartphone yang mereka bawa. Lebih dari itu, mereka merupakan ujung tombak Gancang Aron. Sesuai namanya, Gugus Antisipasi Cegah Antrean Panjang dengan Antar Obat ke Rumah Pasien (Gancang Aron), mereka akan mengantar obat ke rumah pasien sesuai oder yang dikirim pihak RSUD melalui layanan Go-Send.

Siang itu, saya mencoba melihat dari dekat Gancang Aron ini beroperasi. Mulai proses obat dari apotek RSUD hingga ke tangan pasien yang menunggu di rumah. Tidak hanya memudahkan pasien, di kalangan mitra Go-Jek sendiri, program Gancang Aron ini cukup memudahkan mereka.

Tak terasa waktu bergerak sudah melewati pukul 10.00. Empat mitra Go-Jek tadi kemudian bergegas menuju Depo Gancang Aron yang berada di dalam ruangan. Mereka sengaja mendekat agar order yang dilakukan petugas bisa mereka tangkap. Tidak ke mitra Go-Jek lain yang belum terdaftar di dalam database RSUD. ”Kita mendekat, kalau tidak begini nanti order kena yang lain, dan bisa dibatalkan,” ucap Dadang Prasetyo.

Penjelasan dari Dadang tersebut memang benar.  Mitra Go-Jek yang bisa bergabung dengan Gancang Aron harus mengikuti pelatihan terlebih dahulu. Sebelumnya, Dadang yang tinggal di belakang RSUD sering mendapatkan order. Namun, order tersebut dibatalkan. Pihak RSUD hanya melanjutkan orderan kepada mitra Go-Jek yang telah mengikuti pelatihan.

Hal ini berkaitan erat dengan tata cara memperlakukan obat yang baik sampai di tangan pasien. ”Saya dulu sering dapat order, tapi kok dibatalkan. Lalu Pihak RSUD kasih tahu biar nggak  dibatalkan yakni ikut pelatihan,” ucapnya.

Sembari mitra Go-Jek ini menunggu, aktivitas di dalam depo tampak sibuk. Apoteker Dwi Ratih, 25,  dibantu tenaga administrasi Nurul Fitriyani, 21, menulis alamat tujuan obat lalu membungkusnya dengan rapi. Selanjutnya memesan orderan Go-Send untuk mengantar obat tersebut.

Siang itu, ada sekitar 15 bungkus obat yang harus segera dikirim. Obat pertama ditujukan ke alamat yang berada di Jalan Widuri di Lingkungan Sukorejo, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah. Tak lama setelah pesanan orderan dikirim, suara dari luar depo terdengar.

Orderan tersebut tertangkap aplikasi yang digunakan Guntur Sugiantoro, 69. Tidak menunggu lama, pria yang rambutnya beruban tersebut ada di ruang depo. Setelah ada penjelasan dari apoteker, dia memeriksa obat, memotret alamat, dan mencatat nomor telepon. Obat sesuai resep pun meluncur ke alamat tujuan. Dan saya berkesempatan menumpang. ”Ini alamatnya di sekitar Hotel Warata, mari ke sana,” ucapnya sembari melihat jalur yang muncul dalam peta online-nya.

Hari itu pensiunan Perhutani ini mendapat paket kiriman yang relatif dekat. Beberapa waktu lalu, dia bercerita pernah mengantar hingga ke Desa Setail, Kecamatan Genteng. Mengantar obat menuju rumah pasien memiliki kesan tersendiri baginya.

Rata-rata penyambutan tuan rumah sangat baik. Bahkan, tidak jarang biasanya setelah obat tiba di tujuan, tuan rumah memperlakukan mereka cukup ramah. ”Kadang dikasih minum, bahkan pulangnya diberi oleh-oleh,” terangnya.

Siang itu, sebelum tiba di rumah pasien, Guntur memeriksa alamat hingga dua kali. Berkenaan dengan nomor rumah yang tidak berurutan. Setelah tiba di rumah tujuan, dia meminta saya memotret bersama penerima obat. Foto tersebut kemudian dia masukkan ke dalam grup yang berisi mitra Go-Jek Gancang Aron.

Tak ketinggalan, dia juga menunjukkan posisi terkini melalui fitur share location di WhatsApp. ”Saya laporkan dulu, setelah ini kita kembali,” pungkasnya usai merampungkan tugas.

(bw/sli/aif/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia