Minggu, 16 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi

SMAN 1 Bangorejo Rayakan Hari Pahlawan Bersama Veteran Pejuang

13 November 2018, 16: 36: 02 WIB | editor : Ali Sodiqin

PERJUANGAN: Kepala SMAN 1 Bangorejo Dwianto Budhiono (Sembilan dari kanan) bersama veteran pejuang, forpimka, dan siswa berseragam pejuang tempo dulu.

PERJUANGAN: Kepala SMAN 1 Bangorejo Dwianto Budhiono (Sembilan dari kanan) bersama veteran pejuang, forpimka, dan siswa berseragam pejuang tempo dulu. (Dhanny Eka/RaBa)

BANGOREJO-Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, SMAN 1 Bangorejo menggelar runcing inspirasi bersama para veteran pejuang. Kegiatan itu, dilaksanakan di halaman sekolah, Senin (12/11).

Pada runcing inspirasi itu, digelar berbagai acara yang diawali dengan upacara bendera. Khusus untuk upacara bendera ini, semua petugas upacara para dewan guru dan karyawan dengan mengenakan pakaian ala para pejuang tempo dulu.

Kepala SMAN 1 Bangorejo Dwianto Budhiono mengatakan, dalam peringatan Hari Pahlawan ini para siswa harus intropeksi diri. Sehingga, bisa menjadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa. “Siswa harus bisa menghargai diri sendiri,” katanya.

Para siswa, lanjut dia, juga harus menjauhi hal-hal negatif seperti minum-minuman keras dan penggunaan obat-obatan terlarang, karena itu bisa merusak masa depannya. “Memberi apresiasi kepada dewan guru yang telah menjalakan tugas upacara bendera dengan baik,” ujarnya.

Dalam runcing inspirasi ini, terang dia, berbagai kreativitas siswa ditampilkan, seperti tari gandrung, dan drama kolosal yang menggambarkan perjuangan arek-arek Suroboyo merobek bendera Belanda, dan mengibarkan bendera merah putih di Hotel Yamato yang kini Hotel Majapahit. “Betapa semangatnya  arek-arek Suroboyo mempertahankan Kedaulatan RI dan mengusir para penjajah dari Indonesia,” ungkapnya.

Salah satu anggota veteran pejuang kemerdekaan RI Sardjoeni mengaku sangat terharu melihat penampilan para siswa dalam drama kolosal itu. “Itulah gambaran kecil para pemuda waktu itu untuk merebut kemerdekan,” katanya.

Sardjoeni berharap siswa tidak melupakan sejarah, karena semua bisa berkumpul seperti ini karena jasa para pejuang yang rela mengorbakan jiwa dan raga untuk kemerdekaan RI. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah,” katanya.

Anggota veteran lainnya, Mulud berpesan siswa harus disiplin agar bisa menjadi anak cerdas. Karena bangsa ini butuh anak-anak yang cerdas dan bisa bersaing dengan bangsa lain. “Harus bisa menjaga NKRI, siapapun yang merubah Pancasila dan bendera merah putih, itulah musuh kita,” ucapnya. (abi)

HEROIK: Para siswa SMAN 1 Bangorejo dalam drama kolosal perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato, Surabaya

HEROIK: Para siswa SMAN 1 Bangorejo dalam drama kolosal perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato, Surabaya (Dhanny Eka/RaBa)

(bw/*/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia