Minggu, 16 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Jenderal Singapura Kepincut Keris Terpanjang di Banyuwangi

13 November 2018, 13: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

REHAT SEBELUM LATIHAN: Chief of Staff-General Staff Brigadier General  Siew Kum Wong (kanan), Waspam KSAD Brigjen TNI Makmur Umar (tengah)  memegang keris berusia ratusan tahun koleksi Utomo Dauwis (kiri) di Ijen Isun, Desa Banjarsari, Glagah.

REHAT SEBELUM LATIHAN: Chief of Staff-General Staff Brigadier General Siew Kum Wong (kanan), Waspam KSAD Brigjen TNI Makmur Umar (tengah) memegang keris berusia ratusan tahun koleksi Utomo Dauwis (kiri) di Ijen Isun, Desa Banjarsari, Glagah. (Dauwis For RaBa)

GLAGAH – Hari ini latihan bersama antara Singapore Armed Forces (SAF) dan TNI Angkatan Darat akan digelar di Dodiklatpur Rindam V/Brawijaya Situbondo. Sehari sebelum pelaksanaan latihan, beberapa perwira  SAF termasuk Chief of Staff – General Staff Brigadier General  Siew Kum Wong melepas lelah di warung kopi Ijen Isun, Desa Banjarsari, Kecamatan Glagah.

Kedatangan Wakil Kepala Staf SAF Singapura tersebut sengaja dilakukan untuk bisa me-refresh para perwira sebelum melakukan latihan tempur bersama. Ketenaran Banyuwangi sebagai salah satu destinasi wisata tersebut sepertinya membuat para perwira asal Negeri Singa tersebut tertarik untuk ngopi sebelum memulai aktivitas.

Rombongan didampingi Wakil Asisten Kepala Pengamanan (Waspam) KSAD Brigjen TNI Makmur Umar. Mereka kemudian menikmati beberapa kuliner khas Banyuwangi. Mulai pecel pitik, kucur, dan ayam kesrut. Rombongan para jenderal tersebut dipandu sang owner Ijen Isun Utomo Dauwis.

Usai menyantap kuliner khas Banyuwangi, Jenderal Siew Kum Wong menikmati buah durian yang jatuh dari pohon, manggis, dan pisang berlin. Buah-buah tersebut tumbuh subur di area Ijen Isun dan tinggal memetik saja. Ada juga hidangan teh kopi yang menjadi salah satu inovasi warung Ijen Isun. Siew Kum Wong juga memegang luwak yang ”memproduksi” kopi luwak Ijen Isun.

Dari kebun durian, Jenderal Siew Kum Wong diajak masuk ke ruang koleksi pusaka milik Utomo Dauwis. Pusaka-pusaka tersebut tersimpan rapi di rumah khas osing milik Dauwis. Ada pusaka nogo sosro sabuk inten, kemarik kuno. Di ruangan tersebut, Siew Kum Wong ditunjukkan keris panjang dua meter. Sang jenderal benar-benar kepincut dengan keris berumur ratusan tahunb tersebut.

Rombongan dari SAF tampak cukup menikmati seluruh hidangan yang disajikan. Sampai-sampai tak terasa jika mereka sudah bersantai hampir dua jam lamanya di warung kopi tersebut. Utomo Dauwis, pemilik Ijen Isun mengatakan, dari seluruh hal yang mereka bicarakan para perwira dari SAF itu sangat mengagumi hasil buah-buahan yang ada di Banyuwangi.

Menurut mereka buah-buahan semacam ini menjadi hal yang cukup langka di Singapura. Para jenderal tersebut juga cukup senang dengan inovasi berbagai macam minuman seperti teh dan kopi. Termasuk menu teh kopi yang baru saja dikembangkan di tempatnya. “Mereka intinya ingin refresh dulu, makanya ke sini. Berbeda dengan tamu-tamu luar negeri lainya yang biasanya tertarik dengan budaya kesenian, kalau mereka ini lebih tertarik dengan kuliner asli,” tegas Dauwis.

Sementara itu, usai ngopi di Ijen Isun, rombongan perwira dari SAF dan TNI AD tersebut kembali ke hotel dialog di Klatak, Kalipuro. Di tempat tersebut  Wakil Kepala Staf Angkatan Darat,  Letjen TNI Tatang Sulaiman juga datang untuk menginap sebelum keesokan harinya sama-sama bertolak membuka latihat tempur bersama yang diberinama Latma Safkar Indopura 2018 di Situbondo.

(bw/fre/aif/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia