Minggu, 16 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Politik & Pemerintahan

Dua Pemda Belajar Pengelolaan Pariwisata di Banyuwangi

12 November 2018, 10: 05: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

JUJUGAN STUDI: Wabup Yusuf menyampaikan sambutan di hadapan para pejabat Pemkot Palangkaraya dan Pemkab Sragen di kantor Pemkab Banyuwangi.

JUJUGAN STUDI: Wabup Yusuf menyampaikan sambutan di hadapan para pejabat Pemkot Palangkaraya dan Pemkab Sragen di kantor Pemkab Banyuwangi. (Humas Pemkab Bwi For RaBa)

BANYUWANGI – Banyuwangi semakin memantapkan diri sebagai daerah studi berbagai daerah lain di Indonesia. Kali ini, dua rombongan pemerintah daerah datang ke Bumi Blambangan untuk belajar pengembangan pariwisata dan pelayanan publik.

Rombongan pertama berasal dari Pemerintah Kota (Pemkot) Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Rombongan yang dipimpin Wakil Wali Kota (Wawali) Umi Mustikah, tersebut ini diterima Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko di Kantor Pemkab Banyuwangi, Jumat (9/11).

Dalam kunjungan kali ini, Wawali Umi membawa 23 orang kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemkot Palangkaraya. Mereka antara lain, Kepala Dinas Pariwisata dan Kepala Dinas Pertanian. ”Kami ingin belajar tentang pariwisata Banyuwangi. Santer kami dengar dari berbagai media tentang pariwisata Banyuwangi yang maju pesat,” ujar Umi.

Umi mengatakan, Banyuwangi dipilih menjadi jujugan studi pengembangan pariwisata berdasar berbagai pertimbangan. Salah satunya penataan sektor pariwisata yang dilakukan dengan baik. ”Itu dipadukan dengan destinasinya yang banyak dan layak dieksplorasi, ditambah dengan event-event-nya yang menarik. Ini adalah paket lengkap,” katanya.

Apalagi, imbuh Umi, Banyuwangi juga punya hutan yang terkelola dengan baik. ”Di wilayah kami selain ada kota dan desa juga ada hutan. Nah, Banyuwangi ini kan juga punya hutan yang terkelola dengan baik. Kami ingin menjadikan hutan kami sebagai tempat wisata dengan tidak merusak ekosistemnya. Karena itu, kami ingin belajar pula dari Banyuwangi bagaimana mengelola hutan ini sebagai tempat wisata,” kata Umi.

Sementara itu, di saat yang bersamaan, Pemkab Sragen, Jawa Tengah (Jateng) juga melakukan kunjungan ke Banyuwangi. Senada dengan Pemkot Palangkaraya, Pemkab Sragen juga tertarik untuk menggali lebih jauh kiat Banyuwangi dalam memajukan pariwisata.

Selain pariwisata, Pemkab Sragen juga ingin memperbaiki pelayanan publik di wilayahnya. Karena itu, selain belajar tentang pariwisata, Sragen juga mengupas lebih jauh tentang Mal Pelayanan Publik.

Tidak tanggung-tanggung, rombongan Sragen yang dipimpin Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Suharto, mencapai 65 orang yang terdiri atas kepala SKPD dan 20 camat. ”Ini pertama kali kami bedol desa ke kabupaten lain. Mudah-mudahan banyak ilmu yang bisa kami serap di Banyuwangi,” ujar Suharto.

Saat menerima kedatangan kedua pemerintah daerah tersebut, Wakil Bupati (Wabup) Yusuf Widyatmoko mempersilakan para tamu untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya dari Banyuwangi. ”Silakan menimba ilmu sebanyak-banyaknya di sini. Tangan kami selalu terbuka. Dan kami pun juga tidak segan-segan untuk sharing dari pengalaman bapak ibu sekalian, sehingga ajang ini bisa kita manfaatkan untuk memperbaiki pelayanan kita kepada masyarakat,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi M. Yanuarto Bramuda yang mendampingi Wabup Yusuf memberikan paparan tentang kiat Banyuwangi mengelola pariwisata. Dikatakan, keterbatasan yang dimiliki kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini justru menjadi salah satu pelecut untuk berinovasi. Termasuk inovasi di bidang pariwisata. ”Kami menyadari bahwa kami kaya akan seni budaya dan kekayaan alam. Karena itulah, ini yang kami kelola dengan semaksimal mungkin dengan melibatkan rakyat dan seluruh stakeholder,” bebernya.

Tak hanya destinasi wisata saja yang menjadi perhatian Banyuwangi, namun juga penyelenggaraan berbagai event yang dikemas dalam Banyuwangi Indonesia Festival (B-Fest). Dari tahun ke tahun, penyelenggaraan festival terus bertambah. Keberadaan festival terbukti ampuh membuat roda perekonomian masyarakat Banyuwangi berputar. ”Banyaknya event, mampu mengundang wisatawan untuk datang. Masyarakat dan UMKM yang bergerak di bidang kuliner dan berbagai barang kerajinan khas Banyuwangi ikut menangguk keuntungan yang besar setiap kali wisatawan berkunjung atau event digelar. Ini sangat membantu masyarakat untuk memperbaiki tingkat perekonomiannya,” pungkasnya.

Selain studi banding ke Pemkab Banyuwangi, kedua rombongan ini juga akan mengeksplorasi destinasi wisata di Banyuwangi, seperti Kawah Ijen dan Pulau Merah. Mereka juga akan melihat secara langsung pengelolaan event di Bumi Blambangan.

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia