Rabu, 21 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Banyuwangi Diguyur Hujan Perdana, Genangan Air Pun di Mana-mana

Kamis, 08 Nov 2018 08:10 | editor : Ali Sodiqin

MELUBER: Luapan air menggenang di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro.

MELUBER: Luapan air menggenang di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro. (Ramada Kusuma/RaBa)

BANYUWANGI – Setelah beberapa bulan terakhir dilanda kemarau, akhirnya hujan pertama mengguyur Kota Banyuwangi dan sekitarnya pagi Selasa (6/11). Namun, hujan kali ini langsung mengakibatkan air meluap hingga menggenangi ruas Jalan Yos Sudarso di Kelurahan Klatak, Kecamatan Kaliputo.

Bukan itu saja, hujan juga mengakibatkan pohon trembesi yang berada di pusat Kota Banyuwangi, tepatnya di depan kantor Pimpinan Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU), Jalan Ahmad Yani, roboh. Selain menyebabkan lalu-lintas macet total selama sekitar 10 menit, batang pohon berukuran cukup besar, itu menimpa dua kendaraan yang tengah melintas. Satu mobil merek Daihatsu Xenia warna hitam bernopol P 1209 VL ringsek dan satu pengendara sepeda motor dilarikan ke rumah sakit akibat terluka di bagian kepala.

Saksi mata Suhaimi mengatakan, pohon naungan jalan di depan kantor PC NU tersebut roboh sekitar pukul 07.40 kemarin. ”Pohon ini roboh saat hujan deras mulai reda,” ujarnya.

Dikatakan, saat peristiwa terjadi, ruas Jalan Ahmad Yani cukup sepi. Hanya ada dua kendaraan yang melintas. Satu mobil dan satu sepeda motor. Padahal, sebelumnya, kondisi lalu-lintas di jalan poros Kota Banyuwangi itu sangat ramai. Banyak siswa dan orang tua yang mengantar anaknya menuju sekolah. Juga banyak karyawan yang berangkat ngantor. ”Nah, dua kendaraan yang melintas itu tertimpa pohon yang roboh. Mobilnya ringsek. Sedangkan pengendara sepeda motor dilarikan ke rumah sakit,” kata dia.

Sementara itu, pengendara mobil Xenia nopol P 1209 VL, yakni Haris Naufal, 34, mengatakan, sesaat sebelum kejadian, dirinya melintas dari arah selatan setelah mengantarkan istrinya berangkat kerja. Dia mengendarai mobil warna hitam tersebut dengan kecepatan rendah lantaran saat itu hujan.

Sesampai di sekitar lokasi, dia melihat pohon trembesi yang tumbuh di sisi timur jalan miring. Pertanda akan roboh. ”Melihat kejadian itu, saya refleks banting setir ke kiri dan langsung berhenti. Benar saja, mobil saya langsung tertimpa pohon yang roboh,” kata pria yang beralamat di Jalan Bengawan, Gang Kenanga, Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Banyuwangi tersebut.

Beruntung Haris tidak mengalami luka. Hanya saja, mobil Xenia yang dia kendarai ringsek di beberapa bagian. Tepatnya kap mesin dan bodi atas. Selain itu, spion sebelah kiri juga patah. ”Kerugian material yang saya derita sekitar Rp 20 juta. Mudah-mudahan ada semacam ganti rugi dari pemkab,” harapnya.

Haris menambahkan, selain dirinya, ada satu pengguna jalan lain yang menjadi korban peristiwa pohon roboh di jalan poros Kota Banyuwangi itu. Korbannya adalah seorang perempuan pengendara sepeda motor. ”Saya selamat. Sedangkan perempuan pengendara sepeda motor mengalami luka di kepala dan dilarikan di rumah sakit,” ujarnya.

Bukan hanya mengakibatkan mobil yang dikendarai Haris rusak, pohon yang tumbang juga mengakibatkan trotoar di depan kantor PC NU sebelah utara jebol. Peristiwa itu juga mengakibatkan satu tiang lampu penerangan jalan umum (LPJU) roboh.

Hujan deras di pagi hari kemarin juga bikin kalang kabut anak-anak sekolah dan pekerja kantoran. Mereka rela kehujanan ketika mengantarkan anaknya ke sekolah. Maklum, hujan deras satu jam lebih itu terjadi ketika anak-anak berangkat  ke sekolah. ”Hujannya cukup deras. Ya gimana lagi, terpaksa harus basah kuyup demi anak sekolah,’’ ujar Sultoni, warga Kebalenan saat mengantarkan anaknya ke sekolah.

Versi Badan Meteorologi Klimatalogi dan Geofisika (BMKG), pada November sebagian besar wilayah Banyuwangi mulai memasuki musim penghujan. Fenomena El Nino dan Dipole Mode positif, berpotensi mengurangi hujan sehingga awal musim hujan bergeser mundur. Pola daerah tekanan udara rendah mulai muncul di Belahan Bumi Selatan. Angin Monsun Timuran yang membawa massa udara dingin dan kering dari benua Australia mulai melemah. ”Waspadai potensi cuaca ekstrem yang kerap terjadi saat memasuki peralihan musim,” bunyi pernyataan resmi Stasiun Meteorologi Banyuwangi.

(bw/sgt/aif/als/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia