Rabu, 21 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Kesehatan

Poliklinik THT RSUD Blambangan Layani Tes Ketajaman Pendengaran

Rabu, 07 Nov 2018 14:50 | editor : Ali Sodiqin

RUANG KEDAP SUARA: Dokter Mashari SpTHT melakukan pemeriksaan Audometri di RSUD Blambangan.

RUANG KEDAP SUARA: Dokter Mashari SpTHT melakukan pemeriksaan Audometri di RSUD Blambangan. (RSUD Blambangan For RaBa)

BANYUWANGI - Poliklinik THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan) RSUD Blambangan Banyuwangi menyediakan layanan pemeriksaan tes pendengaran. Pemeriksaannya menggunakan peranti audiometri.

Dokter Poli THT dokter Mashari SpTHT menjelaskan, pemeriksaan audiometri adalah pemeriksaan yang bertujuan untuk mengetahui tingkat atau ambang batas pendengaran seseorang dan jenis gangguannya .

Pemeriksaan ini dilakukan dengan memakai alat audiogram nada murni di dalam ruang kedap suara (audioproof chamber).

Audiometri tidak saja dipergunakan untuk mengukur ketajaman pendengaran. Alat ini juga dapat digunakan untuk menentukan lokalisasi kerusakan anatomis yang menimbulkan gangguan pendengaran. Alat tersebut, digunakan untuk mengetahui derajat ketulian pasien, mulai dari tingkat ringan, sedang, atau berat.

Di samping itu, alat ini juga berfungsi untuk mengetahui jenis tuli konduktif, tuli syaraf (sensorineural), atau tuli campuran. Pemeriksaan ini dapat dilakukan pada pasien yang mengalami penurunan pendengaran, telinga berbunyi berdengung (tinitus), rasa penuh di telinga, riwayat keluar cairan dari telinga, riwayat terpapar bising, seperti sopir, pengatur lalu lintas, pekerja pertambangan, dan pekerja di airport runway.

Selain itu pemeriksaan ini juga dapat dilakukan pada pasien yang bekerja sebagai mekanik mesin atau pekerja pabrik, riwayat trauma, seperti benturan, pukulan atau kecelakaan, riwayat pemakaian obat ototoksik, mempunyai riwayat gangguan pendengaran atau riwayat tuli pada keluarga, dan gangguan keseimbangan.

Dengan pemeriksaan ini, diharapkan dapat mencegah lebih dini adanya suatu penyakit, pengobatan, atau pasien membutuhkan alat bantu mendengar, atau pendidikan khusus. Pemeriksaan ini tidak membutuhkan persiapan khusus. Pemeriksaan juga bisa dilakukan setiap saat. Pemeriksaan ini pun bisa dilakukan untuk segala umur. Mulai dari pasien usia lima tahun ke atas, asalkan pasien kooperatif.

Prinsip pemeriksaannya adalah bermacam macam frekuensi dan intensitas suara (dB) ditransfer melalui headset atau bone conducter ke telinga atau mastoid.  Batasan intensitas suara pasien yang tidak dapat didengar dicatat (recorded) melalui program komputer berupa grafik. Tahap selanjutnya, setelah selesai semuanya, dilanjutkan analisis dan disimpulkan oleh dokter spesialis THT.

(bw/rbs/*/als/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia