Rabu, 21 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Genteng

Rel KA Ditinggikan, Pengendara Motor Anggap Justru Membahayakan

Rabu, 07 Nov 2018 12:25 | editor : Ali Sodiqin

RAWAN LAKA: Kondisi perlintasan rel kereta api di Desa Labanasem, Kecamatan Kabat, yang baru diperbaiki dan belum diaspal kembali.

RAWAN LAKA: Kondisi perlintasan rel kereta api di Desa Labanasem, Kecamatan Kabat, yang baru diperbaiki dan belum diaspal kembali. (Rohman For RaBa)

KABAT – Perbaikan perlintasan kereta api (KA) di jalan raya Desa Labanasem, Kecamatan Kabat, dikeluhkan sejumlah pengendara dan warga. Betapa tidak, perbaikan rel KA justru membahayakan keselamatan para pengendara motor dan mobil.

Pasca perbaikan perlintasan rel KA, kondisi jalan raya justru penuh dengan batu koral yang berserakan karena belum diaspal kembali oleh PT KAI. Akibatnya, pengendara motor dan mobil yang sedang melintas terpeleset dan terjatuh karena kondisi rel KA yang licin dan lebih tinggi dari jalan raya.

Lucky Andhika, 39, salah seorang pengendara mobil pribadi mengatakan, perlintasan KA di Labanasem itu cukup membahayakan keselamatan pengendara yang melintas di jalan raya tersebut. Apalagi, usai diperbaiki, banyak batu koral yang dibiarkan berserakan dan tidak di aspal kembali. ”Permukaan rel lebih tinggi dari jalan raya jadi harus berhati-hati saat melintas di atas rel,” ungkapnya.

Parahnya lagi, di titik perlintasan KA tersebut juga tidak berpalang pintu dan tidak dijaga oleh petugas. Padahal, perlintasan KA di jalan raya Labanasem tersebut kondisinya sedikit menikung. ”Saya khawatir pas ada pengendara yang terjatuh di tengah rel, terus pas ada kereta api lewat. Bisa celaka,” ujar warga Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, tersebut.

Hal senada juga diungkapkan Rohman, salah seorang warga setempat. Mestinya usai perbaikan rel KA tersebut tuntas dikerjakan, kondisinya harus segera dikembalikan seperti semula. Yakni bagian bibir jalan dengan rel harus diaspal. Tidak justru dibiarkan hanya di uruk dengan tanah biasa dan batu koral berserakan. ”Sudah banyak pengendara motor yang terpeleset dan terjatuh di perlintasan jalan raya saat melintas di rel kereta api. Ini persoalan serius dan harus segera diperbaiki kembali,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Manajer Humas PT KAI Daop 9 Jember Luqman Arif mengatakan, pihak PT KAI Daop 9 Jember baru saja melakukan perbaikan geometri rel. Karena perlintasan tersebut setiap hari dilewati pengendara jalan raya hingga menyebabkan ketinggian rel di titik tersebut berbeda dengan sebelah kanan kirinya. Dan hal itu membahayakan perjalanan kereta api.

Sebenarnya perbaikan di Banyuwangi ada beberapa titik. Antara lain di jalan raya Desa Labanasem, Kecamatan Kabat dan perlintasan di jalan raya Dusun Sukorejo, Desa Lemahbangkulon, Kecamatan Singojuruh. ”Mengenai belum diaspal kembali perlintasan yang telah diperbaiki, karena memang menunggu material aspal yang masih belum datang,” jelas Luqman.

Adapun perlintasan jalan raya yang terdapat perlintasan rel kereta api dan bagian aspalnya yang rusak karena berlubang bukan karena perbaikan, maka yang berhak melakukan pengaspalan adalah pemerintah daerah setempat.

(bw/ddy/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia