Rabu, 21 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Rangsang Buah Naga Pakai Lampu, PLN Banyuwangi Raih Juara Dua Nasional

Rabu, 07 Nov 2018 07:30 | editor : Ali Sodiqin

Untuk merangsang pertumbuhan bunga dan buah, tanaman buah naga di Banyuwangi dipasangi ribuan lampu di sela-selanya.

Untuk merangsang pertumbuhan bunga dan buah, tanaman buah naga di Banyuwangi dipasangi ribuan lampu di sela-selanya. (Ramada Kusuma/RaBa)

Inovasi petani buah naga memanfaatkan bola lampu pada malam hari dianggap seperti simbiosis mutualisme. PLN mendapatkan pelanggan yang semakin merata karena kebun-kebun buah naga berada di tanah luas yang jauh dari permukiman padat penduduk.

Sedangkan para petani bisa meningkatkan produksi panennya sampai tiga kali lipat dari biasanya setelah menggunakan listrik sebagai penerangan di malam hari.

Manajer Pelayanan dan Administrasi PLN Banyuwangi Didik Hendro Utomo mengatakan, gara-gara inovasi petani ini, PLN Banyuwangi mendapatkan penghargaan sebagai juara dua tingkat nasional.

”Buah naga menjadi prospek peningkatan penjualan energi listrik di PLN Banyuwangi. Sebaliknya, para petani mengaku mendapatkan keuntungan sampai tiga kali lipat,” terang Didik.

Penggunaan listrik oleh para petani buah naga dimulai tahun 2013. Untuk mempermudah akses listrik, PLN memberikan beberapa program untuk mempercepat proses pelayanan. Termasuk menerapkan program pemasaran melalui agresif marketing agar akses bisa cepat dijangkau seluruh petani buah naga. ”Yang meningkat pesat ini di daerah Banyuwangi Selatan. Meski kita permudah pemasangan, tetapi untuk keamanan atau K2K3-nya tetap kita perhatikan. Kami sendiri memberikan istilah untuk listrik bagi buah naga ini dengan sebutan Ladang Cahaya,” terang Didik.

Terkait persyaratan, mirip dengan pelanggan reguler. Petani bisa mendaftar secara mandiri atau kolektif. Persyaratan lain yang harus dilampirkan adalah sertifikat laik operasi, surat izin usaha kecil dan menengah dari kecamatan. ”Karena tarif untuk bisnis, maka kita berikan tarif bersubsidi. Saat ini yang paling kecil memasang 450 volt ampere (va), sedangkan terbesar 23.000 va. Cuma yang paling banyak 5.500 va, ada sekitar 1.050 pelanggan yang memasang dengan daya itu,” paparnya.

Ke depan, PLN masih menargetkan untuk bisa mencakup seluruh petani buah naga. Jika menghitung data saat ini, baru 10 persen petani yang dicakup dengan total konsumsi 11.294 kva atau 9.035.200 watt.

(bw/fre/aif/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia