Rabu, 21 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Genteng

Kakek Ini Meregang Nyawa Setelah Terkena Sabetan Celuritnya Sendiri

Selasa, 06 Nov 2018 16:30 | editor : Ali Sodiqin

PENYEBAB: Celurit milik Dhedhen yang sempat melukasi tubuhnya hingga terluka serius dan tewas.

PENYEBAB: Celurit milik Dhedhen yang sempat melukasi tubuhnya hingga terluka serius dan tewas. (Polsek Bangorejo For RaBa)

BANGOREJO-Nasib naas menimpa Dhedhen, 58. Pria paro baya yang tinggal di Dusun Gunungsari, Desa/Kecamatan Bangorejo, itu tewas karena terluka di paha kaki kirinya akibat sayatan celuritnya sendiri saat mencari rumput untuk ternaknya, Sabtu (3/11).

Korban itu ditemukan warga tergeletak di sekitar persawahan dengan tubuh penuh darah. “Korban itu banyak mengeluarkan darah akibat luka sayatan di paha kiri,” cetus Kapolsek Bangorejo AKP Bahrul Anam.

Menurut kapolsek, awalnya korban sekitar pukul 10.00 mencari rumput di sawah untuk pakan ternaknya. Usai merumput itu, ia memasukan rumput ke karung plastik dan menyelipkan celuritnya di karung itu. “Korban bergegas pulang sambil memanggul karung berisi rumput itu,” ujarnya.

Diduga karena kelelahan, terang dia, korban yang berjalan di pematang sawah itu terpeleset. Tubuhnya terpelanting dan jatuh ke sawah. Saat terjatuh itu, celurit yang ditaruh di karung itu mengenai paha kirinya hingga terluka cukup serius. “Celuritnya itu menancap di paha kirinya,” terangnya.

Akibat terkena celurit itu, korban menderita luka sobek sedalam lima centimeter dan panjang tujuh centimeter. Sambil menahan rasa sakit, korban berteriak minta pertolongan. Tapi rupanya, teriakan itu tidak ada yang mendengar. “Korban berusaha berjalan, tapi beberapa langkah jatuh dan meninggal,” ungkapnya.

Korban yang sudah meninggal di sawah itu, kali pertama ditemukan oleh Wayan, 32, anak korban yang memang mencarinya. “Karena lama tidak pulang, anak korban itu memang mencarinya,” katanya.

Kapolsek menyampaikan celurit  yang dipakai korban untuk mencari rumput itu mengenai otot paha kaki kiri. Luka sayatan yang menganga lebar, terus mengeluarkan darah. “Tubuh korban sangat pucat akibat kehilangan banyak darah,” cetusnya.

Dari lokasi kejadian, polisi berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa celurit dan karung plastik yang biasa digunakan korban untuk mencari rumput. “Setelah dilakukan pemeriksaan medis, korban kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya.

(bw/kri/als/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia