Kamis, 15 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi

Blackout, Aktivitas Sekolah Terganggu

Kamis, 01 Nov 2018 09:05 | editor : Ali Sodiqin

LAPTOP GELAP: Siswa jurusan TKJ SMKN 1 Glagah menanti listrik kembali menyala, Selasa (30/1).

LAPTOP GELAP: Siswa jurusan TKJ SMKN 1 Glagah menanti listrik kembali menyala, Selasa (30/1). (Fredy Rizki/RaBa)

GLAGAH – Puluhan siswa jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) kemarin terlihat duduk-duduk santai di depan ruang praktik mereka. Hari itu para siswa tidak bisa mengikuti praktik lantaran jaringan listrik di sekolah tengah padam.

Apri –salah satu guru yang tengah mengajar–  menuturkan, pemadaman listrik berlangsung lebih awal dari jadwal yang mereka terima. Berdasarkan pengumuman PLN, pemadaman akan terjadi sekitar pukul 09.00. Akan tetapi mulai pukul 07.00 ternyata listrik di tempatnya sudah padam.

Karena itu, seluruh siswa yang tengah praktik komputer pun tidak bisa melanjutkan aktivitasnya. Sebab, seluruh proses pembelajaran menggunakan komputer. ”Laptop siswa juga sudah habis baterainya. Kalau mengandalkan genset, dayanya tidak mampu mengatasi semuanya. Cuma kuat untuk menyalakan AC di ruang server sekaligus servernya,” terang Apri.

Kondisi blackout rupanya tak hanya terjadi sekali. Jawa Pos Radar Banyuwangi mencatat, dalam seminggu ini sudah lebih dari tiga kali terjadi pemadaman di beberapa titik seperti Kelurahan Karangrejo, sebagian Kelurahan Kebalenan dan Sobo, kemudian wilayah Glagah.

Manajer Pelayanan dan Administrasi PT PLN Didik Hendro Utomo menjelaskan,  pemadaman memang dilakukan secara bergilir di Banyuwangi. Pemadaman kali ini merupakan imbas dari kerusakan yang terjadi di Gardu Induk PLTU Paiton beberapa waktu lalu yang masih berlangsung hingga saat ini.

Tidak hanya Banyuwangi saja yang terdampak. Beberapa kabupaten lain di Jawa Timur juga merasakan dampak yang sama. ”Ada gangguan di pembangkit. Jadi kabupaten/kota di Jatim bergantian melakukan pengurangan beban. Seperti Banyuwangi kemarin diminta mengurangi sampai 13 ribu KV. Dampaknya memang beberapa wilayah blackout,” terang Didik.

Terkait lamanya waktu pemadaman, rata-rata setiap wilayah merasakan sampai empat jam untuk sekali pemadaman. Jika sampai ada yang lebih dari waktu itu, Didik memprediksi jika petugas menemukan kesalahan jaringan listrik di wilayah tersebut sekaligus akan diperbaiki. ”Kalau untuk sampai kapan pemadaman bergilir berlangsung, kita tidak tahu. Yang jelas selama masih perbaikan berarti masih berjalan,” tandasnya.

(bw/fre/aif/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia