Rabu, 21 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Kesehatan

Penting!!! Ini Prosedur Anestesi Jelang Operasi

Rabu, 31 Oct 2018 21:10 | editor : Ali Sodiqin

PENGECEKAN: dokter Widowati SpAN melakukan pemeriksaan sebelum operasi.

PENGECEKAN: dokter Widowati SpAN melakukan pemeriksaan sebelum operasi. (RSI Fatimah For RaBa)

BANYUWANGI - Anestesi memang kerap digunakan ketika kita akan melakukan operasi. Pemberian anestesi tidak bisa sembarangan. Sebab, ada beberapa tahap yang mesti dilakukan ketika melakukannya.

Menurut dokter spesialis anestesi RSI Fatimah Banyuwangi dr Widowati SpAn mengatakan, sebelum seseorang menjalani sebuah tindakan anestesi, menjelang, dan setelah operasi, ada beberapa tahap yang pasien dan keluarganya harus mengetahuinya.

”Sebelum tindakan operasi, seorang dokter anestesi akan melakukan pemeriksaan kepada pasien untuk mengetahui bagaimana kondisi kesiapannya apakah layak dilakukan operasi atau tidak,” ujar Widowati.

Dia menambahkan, menjelang dilakukan anestesi, dokter anestesi yang dibantu perawat selalu menanyakan riwayat operasi sebelumnya, riwayat alergi, obat-obatan yang rutin dikonsumsi, riwayat sistem organ pasien, evaluasi jalan napas, dan hasil pemeriksaan penunjang.

Hal ini sangat penting untuk menyesuaikan dengan treatment sekaligus jenis obat anestesi yang akan dimasukkan ke dalam tubuh pasien. Selain itu, sebelum operasi dilakukan pasien juga harus menjalani puasa dalam waktu tertentu.

Menurutnya, anestesi sendiri ada dua macam. Pertama adalah general anestesi yaitu pasien ditidurkan selama jalannya operasi berlangsung. Kedua, regional anestesi, yang dianestesi atau yang dimatirasakan hanya separah bagian tubuhnya.

Setelah operasi, masih ada tindakan lanjutan yang harus dilakukan, yaitu begitu keluar dari kamar operasi kemudian dimasukkan ke recovery room (RR) atau ruang pulih sadar, setelah stabil atau efek dari pembiusan hilang pasien dipindah ke ruang rawat inap, bagi pasien yang tidak terlalu berat operasinya, maka bisa langsung dipindah ke kamar rawat inap. Tetapi kalau selama di RR kondisinya kurang bagus, maka akan langsung dimasukkan ke Intensive Care Unit (ICU) supaya bisa dipantau lebih cermat.

Kendati semua sudah direncanakan dengan sangat baik dan sesuai dengan standar, tetapi yang perlu ditegaskan kepada pasien dan keluarganya bahwa sekecil apa pun dalam sebuah tindakan medis tidak ada yang tidak mengandung risiko. ”Karena itu, sebelum operasi dilakukan seorang dokter harus memberikan inform consent atau penjelasan yang cukup kepada pasien atau keluarganya tentang hal-hal tersebut,” pungkasnya.

(bw/*/rbs/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia