Rabu, 21 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Travelling

Ide Brilian, Jalur Pendakian ke Kawah Ijen Dibangun Pagar Pembatas

Rabu, 31 Oct 2018 16:20 | editor : Ali Sodiqin

ANTISIPASI: Jalur pendakian menuju Kawah Ijen di atas Pos Bunder mulai dibangun pagar pembatas.

ANTISIPASI: Jalur pendakian menuju Kawah Ijen di atas Pos Bunder mulai dibangun pagar pembatas. (Dedy Jumhardiyanto/RaBa)

LICIN – Dinilai rawan dan membahayakan keselamatan, jalur pendakian menuju puncak Ijen mulai dibangun pagar pembatas. Pembangunan pagar pembatas di jalur pendakian tersebut hanya untuk jalur yang berada di atas Pos Bunder.

”Yang diberi pagar pembatas tersebut hanya pada jalur pendakian yang sempit, tikungan, dan rawan saja,” ungkap Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah V Jawa Timur Sumpena.

Pengerjaan pembangunan pagar pembatas tersebut, lanjut Sumpena, tak lain untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para pengunjung yang hendak naik ke gunung yang terkenal dengan api biru tersebut.

Pasalnya, di jalur pendakian di atas Pos Bunder, median jalannya tak terlalu lebar. Apalagi juga bersebelahan langsung dengan jurang. Sehingga cukup rawan terjadi kecelakaan jika terus dibiarkan.

Meskipun selama ini masih belum ada kejadian pengunjung yang sampai terjatuh ke jurang, pemberian pagar pembatas tersebut juga sebagai antisipasi. Mengingat aktivitas di jalur pendakian di gunung dengan ketinggian 2.779 meter dari permukaan laut (mdpl) itu juga cukup padat.

Hampir setiap hari, gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso tersebut tak pernah sepi. Kunjungan wisatawan terus melejit. Tak hanya wisatawan domestik, melainkan juga wisatawan mancanegara.

Belum lagi aktivitas para penambang belerang yang silih berganti naik turun gunung melakukan aktivitas setiap saat. Bangunan pagar pembatas tersebut dibuat menggunakan rangkaian besi menyerupai beton cor.

Pembangunan pagar pembatas tersebut masih berlangsung hingga kemarin (30/10). Sejumlah pekerja juga tampak bekerja menyelesaikan pembangunan pagar pembatas yang ditargetkan akhir tahun ini sudah tuntas.

Tak hanya bangunan pagar pembatas, saat ini juga tengah dilaksanakan pembangunan tandon air di antara jalur pendakian yang berada di atas Pos Bunder. Pembangunan tandon air itu untuk menyuplai kebutuhan air bersih yang berada di puncak Ijen yang digunakan untuk pengunjung beristirahat.

”Kita sudah bangun toilet, hanya saja untuk penyediaan sarana air bersihnya masih terkendala. Semoga pembangunan tandon air bisa menyuplai pemenuhan air di puncak Gunung Ijen,” jelasnya.

Sumpena juga meminta masyarakat dan pengunjung bisa memahami pelaksanaan pembangunan pagar pembatas di jalur pendakian tersebut. Pihaknya juga telah menerapkan berbagai aturan guna menjaga keamanan dan keselamatan para pengunjung.  Misalnya, pengunjung yang naik ke Ijen harus memakai masker.

Pihak BKSDA juga menempatkan petugas di puncak Gunung Ijen, terutama di pintu masuk menuju dasar kawah untuk mengawasi kemungkinan potensi adanya gas dari bualan yang muncul. Ini juga untuk mencegah adanya pengunjung yang turun ke Kawah Ijen.

Sementara itu, pembangunan pagar pembatas di jalur pendakian tersebut mendapat sambutan positif dari sejumlah pengunjung. Herlina, 35, salah seorang pengunjung mengapresiasi pembangunan pagar tersebut. Pembangunan tersebut dinilai mampu memberikan kenyamanan bagi para pengunjung.

”Masalahnya jalannya sempit dan dekat jurang, jadi perlu pengaman berupa pagar. Kalau bisa sepanjang jalur diberi pagar,” sarannya.

(bw/aif/ddy/als/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia