Kamis, 15 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi

Resmi Beroperasi, Akademi Lalare Orkestra Jadi Destinasi Wisata Baru

Selasa, 30 Oct 2018 15:25 | editor : Ali Sodiqin

SIMBOLIK: (dari kiri) Lurah Tamanbaru Abdurahman, Samsudin Adlawi, Bramuda, Kadafi Kadiso, dr Taufik, Hasan Basri, dan perwakilan Koramil Banyuwangi menabuh terbang pada momen peluncuran ALO di kompleks kampus KLLC Banyuwangi, Minggu (28/10).

SIMBOLIK: (dari kiri) Lurah Tamanbaru Abdurahman, Samsudin Adlawi, Bramuda, Kadafi Kadiso, dr Taufik, Hasan Basri, dan perwakilan Koramil Banyuwangi menabuh terbang pada momen peluncuran ALO di kompleks kampus KLLC Banyuwangi, Minggu (28/10). (Sigit Hariyadi/RaBa)

BANYUWANGI – Peranti pencetak pemusik Banyuwangi yang memiliki jati diri, profesional, dan berkarakter, Akademi Lalare Orkestra (ALO), resmi beroperasi kemarin (28/10). Tidak hanya kalangan pelajar dan orang tua siswa, akademi yang satu ini mendapat sambutan luar biasa dari berbagai kalangan, termasuk unsur Pemkab Banyuwangi.

Bahkan, begitu diluncurkan, ALO langsung menjadi aset yang sangat berharga bagi daerah berjuluk The Sunrise of Java ini. Ya, selain diyakini mampu mencetak pemusik Banyuwangi yang andal, ALO –termasuk kegiatan belajar mengajar di dalamnya– akan dijadikan destinasi sekaligus atraksi wisata yang sangat menarik. Khususnya bagi wisatawan asing.

Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi M. Yanuarto Bramuda. Bramuda hadir langsung dalam prosesi peresmian Pembelajaran Angkatan I di kampus ALO, tepatnya di kompleks kampus Kadiso Language Learning Center (KLLC), jalan Agus Salim, Banyuwangi tersebut.

Bram –sapaan karib Bramuda– mengaku sangat terkesan dengan ALO. Dia pun menyatakan akan mengumpulkan agen perjalanan wisata agar mengajak wisatawan mancanegara (wisman) melihat langsung proses latihan musik di kampus ALO. “Ini bisa menjadi destinasi dan atraksi wisata baru yang sangat menarik bagi wisman,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur ALO Hasan Basri mengatakan, pembentukan akademi tersebut merupakan wujud kecintaan kalangan seniman dan budayawan pada Banyuwangi. “Kami bertekad melaksanakan proses pembelajaran untuk mencetak seniman musik Banyuwangi yang berjati diri, profesional, dan berkarakter,” kata dia.

Menurut Hasan, melalui akademi tersebut diharapkan musik tradisional yang saat ini berkembang di tataran masyarakat bisa naik tingkat ke ranah akademik. “Sehingga ke depan kualitas musik Banyuwangi semakin meningkat,” cetusnya.

Penasihat ALO Samsudin Adlawi menyatakan, akademi tersebut akan ditangani secara profesional. Siswa akan dididik dengan berpedoman pada kurikulum yang telah disusun tim pengajar ALO.

Ditambahkan, pada Desember akan digelar seleksi untuk memilih siswa terbaik. Sebanyak 21 siswa terbaik akan diboyong ke Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel). “Selain itu, ke depan juga akan dilakukan seleksi untuk memilih seratus siswa terbaik untuk tampil pada konser Lalare Orkestra 2019,” tuturnya.

Di sisi lain, Samsudin menyampaikan terima kasih kepada Kadafi dan keluarga yang telah menyediakan tempat untuk dimanfaatkan sebagai kampus ALO. Selain itu, dengan dukungan Kadafi, siswa ALO tidak dipungut biaya,” tuturnya.

Sementara itu, Kadafi mengaku kagum dengan animo masyarakat Banyuwangi yang luar biasa besar terhadap ALO. “Sejak pendaftaran dibuka, pendaftar langsung membeludak. Ini menunjukkan animo masyarakat Banyuwangi sangat luar biasa untuk melestarikan dan mengembangkan seni-budaya Banyuwangi,” pungkasnya.

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia