Kamis, 15 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Sports

Anggaran Porprov Minim, Cabor Siap Opsi Cadangan

Sabtu, 27 Oct 2018 14:10 | editor : Ali Sodiqin

SIAP TC: Pengurus cabor mengikuti rapat persiapan Porprov di kantor KONI Banyuwangi, Kamis (25/10).

SIAP TC: Pengurus cabor mengikuti rapat persiapan Porprov di kantor KONI Banyuwangi, Kamis (25/10). (Fredy Rizki/RaBa)

BANYUWANGI – Belum jelasnya besaran anggaran olahraga untuk keikutsertaan kontingen olahraga Banyuwangi di Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) 2019 mendatang, membuat cabang olahraga (cabor) sedikit was-was. Sebab, mereka mengaku sudah menyiapkan atlet dari jauh-jauh hari untuk bisa berlaga di multievent olahraga tersebut.

Apalagi, event yang sebelumnya digelar selama dua tahun sekali itu, kini diselenggarakan menjadi event empat tahunan. Sebelumnya, Pemkab Banyuwangi melalui Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Suyanto Waspo Tondo Wicaksono mengatakan, kondisi keuangan pemkab saat ini membuat besaran pemberian anggaran hibah harus efisien.

Terkait KONI dengan program Porprov, kata Suyanto, juga diminta untuk melakukan hal yang sama. Sehingga diharapkan nanti, atlet yang berangkat benar-benar mereka yang berpotensi untuk memperoleh medali. Jumlahnya diharapkan juga bisa ditekan agar bisa disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki Pemkab.

Terkait hal tersebut, Ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Banyuwangi Yusuf Widodo mengatakan, pihaknya berharap pemkab bisa menyetujui anggaran dengan jumlah yang sudah diajukan KONI. Hal itu agar semua atlet bisa diberangkatkan. Karena jika anggaran yang diberikan terlampau jauh dari estimasi, dikhawatirkan cabor tidak bisa memaksimalkan potensi yang mereka miliki saat Porprov mendatang.

Namun jika hal itu tetap terjadi, Yusuf mengatakan cabor selam akan tetap memberangkatkan atlet sesuai dengan program yang sudah mereka rancang. ”Meskipun kita belum tahu nanti anggarannya bagaimana, tapi kita pasti diberangkatkan sesuai program kami. Atlet sudah berlatih keras, membentuk mereka ini bukan dengan proses yang singkat,” tegas purnawirawan TNI Angkatan Laut itu.

Yusuf menegaskan, jika kontingen Banyuwangi sampai tidak bisa tampil maksimal, baik dari segi kuantitas maupun kualitas atlet, dikhawatirkan jadi preseden dari kabupaten-kabupaten lain. Sebab terkesan Banyuwangi tidak mampu memberangkatkan atletnya. ”Pemerintah harus melihat betapa penting olahraga ini. Ketika manusia sudah dimanjakan dengan penunjang yang membuat aktivitas fisik berkurang, kita masih konsisten membuat manusia sehat,” ungkapnya.

Ketua Persatuan Kempo Indonesia (Perkemi) Banyuwangi Santoso menambahkan, jika anggaran yang terbatas membuat cabor harus mengurangi kuantitas atlet yang dikirim, pihaknya memastikan akan tetap memberangkatkan atlet sesuai dengan perhitungan cabor. Karena menurutnya, atlet sudah mempersiapkan diri bahkan setahun sebelum Porprov digelar.

Belum lagi, kata Santoso, kempo menggunakan pelatih dari luar kota untuk memimpin pemusatan latihan para atlet sekali seminggu sejak bulan ini. ”Entah bagaimana caranya, yang jelas kita akan berusaha memberangkatkan. Kalau pemerintah tidak ada anggaran, kita akan berangkatkan sendiri. Karena tidak mungkin menggugurkan kesempatan atlet yang sudah lama berlatih,” ucapnya.

Hal yang sama juga disampaikan Sekretaris Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Banyuwangi Dedi Susanto. Dia mengatakan bahwa tetap akan berusaha memberangkatkan atlet sesuai dengan hasil seleksi yang sudah diterapkan oleh PBSI. ”Nanti kita lihat dulu bagaimana anggaran dari KONI. Kalau memang sangat terbatas, akan kita rapatkan bersama pengurus. Tapi akan jadi aneh kalau akhirnya kita atau wali murid yang membiayai, karena selama ini Pemkab yang mendanai,” ujarnya.

Sementara itu, Bina Prestasi (Binpres) KONI Banyuwangi Budi Wijayanto mengatakan, hingga kemarin (25/10), belum ada kepastian berapa besaran anggaran untuk Porprov yang akan diterima KONI. Dia mengatakan memang ada beberapa opsi jika anggaran benar-benar terbatas. Salah satunya, dengan melakukan seleksi ekstra ketat untuk bisa menekan kuantitas atlet yang diberangkatkan. ”Tapi kita juga belum bisa banyak bicara karena nilainya belum keluar,” tandasnya.

(bw/fre/rbs/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia