Kamis, 15 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi

UKM Poliwangi Research dan Study Club Konservasi Biota Laut

Rabu, 24 Oct 2018 16:00 | editor : Ali Sodiqin

Kegiatan Penyuluhan Konservasi Biota Laut dan Pelatihan Teknologi Artificial Temple Reef

Kegiatan Penyuluhan Konservasi Biota Laut dan Pelatihan Teknologi Artificial Temple Reef (Poliwangi For RaBa)

TIM Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) UKM Research and Study Club (PRSC) Poliwangi melakukan penyuluhan konservasi biota laut dan pelatihan pembuatan Artificial Temple Reef (ATR) kepada kelompok nelayan di Bangsring Underwater pada Jumat (12/10). Narasumbernya adalah Dr. Nirmalasari Idha Wijaya, S.Pi., M.Si. pakar Pengelolaan Pesisir dan Lautan. Target hasil penyuluhan tersebut adalah dapat meningkatkan kesadaran kelompok nelayan dan masyarakat untuk menjaga terumbu karang dan memelihara ekosistem biota laut di Pesisir Bangsring.

Kegiatan konservasi biota laut ini juga penenggelaman terumbu karang buatan (Artificial Reef) dan pencangkokan cemara udang sebagai upaya konservasi vegetatif yang akan ditanam di Pulau Tabuhan, Desa Wongsorejo, Banyuwangi.

Kegiatan konservasi tersebut merupakan rangkaian dari Program Hibah Bina Desa (PHBD) yang dilaksanakan oleh tim PHBD yang beranggotakan dari UKM Poliwangi UKM PRSC Poliwangi bekerjasama dengan kelompok nelayan Samudera Bakti dan kelompok nelayan Bangsring Underwater. Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemenristekdikti memberi kesempatan kepada para mahasiswa untuk terjun membangun desa, melalui Program Hibah Bina Desa (PHBD), salah satu Ormawa Poliwangi dipercaya untuk mendapatkan mandat untuk bergerak di bidang Keanekaragaman Hayati dan Lingkungan Hidup.

"Program ini sudah dimulai sejak sekitar bulan Juni sampai November, dimana program ini sifatnya berkelanjutan dan akan terus dikembangkan sebagai wujud kepedulian mahasiswa poliwangi khususnya UKM PRSC sebagai pemerhati lingkungan hidup. Pesan moral kami kepada masyarakat sekitar adalah Kenali Lingkunganmu Tunjukkan Kepedulianmu, Conservation is our duty to save the regeneration,"kata Zulis Erwanto, S.T., M.T. selaku ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat dan juga pembimbing TIM PHBD seraya menambahkan terumbu karang dibuat dengan menggunakan limbah abu ampas tebu yang dicampurkan dengan semen dan pasir. Untuk limbah ampas tebu Poliwangi bekerja sama dengan PT. Industri Gula Glenmore.

Di sisi lain, pencangkokan pohon cemara udang di sekitar pantai Bangsring dengan didampingi Bapak Sukirno Ketua Kelompok Bunder (Bangsring Underwater), yang nantinya akan ditanam di Pulau Tabuhan sebagai bentuk konservasi vegetatif pencegah abrasi pantai. “Ini sebagai pengalaman baru kami dan mendapat banyak pembelajaran selain dari ilmu perkuliahan, kita terlibat langsung dengan masyarakat untuk bersama-sama melakukan konservasi,” ujar Umi Masluha Ketua Tim PHBD dari UKM PRSC.

Melihat bagaimana antusias dari masyarakat sekitar, dapat dikatakan bahwa program ini berlangsung dengan lancar. “Politeknik Negeri Banyuwangi tahun ini sebagai tuan rumah kegiatan Monitoring dan Evaluasi PHBD dan tim Monev RISTEKDIKTI akan site visit pada tanggal 8-10 November 2018 sebagai bentuk evaluasi program kerja yang telah tercapai dari Tim PHBD UKM PRSC Poliwangi dan tim PHBD dari PTN/PTS lainnya,” pungkas M. Shofi’ul Amin, S.T., M.T. selaku Wadir Kemahasiswaan Poliwangi. (*)

(bw/*/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia