Selasa, 23 Oct 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi

Lulusan Poliwangi Siap Sambut Revolusi Industri 4.0

Minggu, 07 Oct 2018 16:42 | editor : Ali Sodiqin

KHIDMAT: Direktur Poliwangi H Son Kuswadi Dr Eng memindahkan tali toga pada wisudawan Poliwangi di Hall eL Royale Hotel, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, Sabtu  (6/10).

KHIDMAT: Direktur Poliwangi H Son Kuswadi Dr Eng memindahkan tali toga pada wisudawan Poliwangi di Hall eL Royale Hotel, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, Sabtu (6/10). (Arnindhita/RaBa)

BANYUWANGI- Sebanyak 249 mahasiswa mahasiswi Ahli Madya dan Sarjana Terapan Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) menjalani prosesi wisuda di Hall eL Royale Hotel, Kecamatan Kabat, Sabtu (6/10).

Prosesi wisuda ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Dr Ir Patdono Suwignjo MEng Sc serta mitra dan wali mahasiswa.

Dalam prosesi wisuda ini, Patdono menyempatkan memberikan orasi ilmiah. Menurutnya, keberadaan pendidikan vokasi saat ini sangat dibutuhkan untuk membangun sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing, guna menghadapi era revolusi industri 4.0.

Patdono mengatakan bahwa selama ini pemerintah terus berupaya untuk menggenjot pendirian Perguruan Tinggi (PT) vokasi. Karena dari 4.400 PT saat ini, mayoritas dominasi oleh Perguruan Tinggi akademis. Sementara itu, jumlah Politeknik masih sangat sedikit.

Idealnya, kata dia, perbandingan antara universitas dan politeknik sebesar 50 : 50. ”Jadi, politeknik seharusnya ada 2.200 unit,” kata Patdono.

Dikatakan, daya saing tenaga kerja Indonesia saat ini masih kalah dari Singapura dan Malaysia. Tapi lebih unggul dari tenaga kerja Thailand, Filipina, Vietnam, dan bahkan India. ”Revitalisasi politeknik diharapkan mampu meningkatkan mutu pekerja sehingga berdaya saing lebih baik,” ujarnya.

Patdono menjelaskan, revitalisasi penting untuk memenuhi kebutuhan industri. Menurutnya, saat ini kompetensi lulusan politeknik dan perguruan tinggi masih banyak yang tidak relevan dengan program pembangunan nasional. ”Akibatnya, kalangan industri harus melatih lulusan perguruan tinggi minimal 8 bulan dan menanggung biaya pelatihan. Dengan mendapatkan sertifikat keahlian, nanti lulusan perguruan tinggi vokasi bisa langsung bekerja sesuai kebutuhan industri. Maka pendidikan vokasi arahnya bagaimana menghasilkan lulusan siap kerja, terampil, " katanya.

Sementara itu, Direktur Poliwangi H Son Kuswadi Dr Eng memberikan selamat kepada wisudawan yang telah menyelesaikan studi di Poliwangi. Dikatakan, nilai yang diberikan dalam pembelajaran mahasiswa vokasi untuk menjadi lulusan yang siap kerja dengan baik, seperti sikap hingga kedisiplinan. ”Value yang di terapkan pendidikan politeknik adalah jujur, tanggung, cerdas, cermat, mampu bekerja sama yang akan memberikan kedisiplinan dalam tepat waktu, tepat ukuran, dan tepat aturan,” ujar lelaki yang pernah bertugas di India tersebut.

Untuk terjun ke dunia kerja, lanjut Son Kuswadi, mahasiswa harus memiliki knowledge, keterampilan, dan attitude. Sementara itu, nilai IPK itu sendiri sudah mencakup knowledge dan keterampilan, tetapi nilai attitude-nya yang belum. Oleh karena itu, Poliwangi mulai menerapkan dan mendorong agar dapat membentuk atau menciptakan mahasiswa unggulan dan berpotensi serta berkualitas.

Dalam prosesi wisuda ke-8 tahun 2018 ini, Poliwangi juga memberikan penghargaan kepada wisudawan peraih IPK tertinggi. Mahasiswa berprestasi ini meliputi Gayatri Mukti Sari Wilis dari program studi Agribisnis dengan perolehan IPK 3,69. Ada juga Dwi Andinasari dari program Manajemen Bisnis Pariwisata dengan IPK 3,94. Kemudian, Erna Tri Puji Lestari dari program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Ternak dengan IPK 3,95.

Selanjutnya Program Studi Program studi Teknis Mesin terbaik diraih Wiwid Hairlianto dengan IPK 3,85. Disusul Reza Ferbyanti dari program studi Teknik Sipil dengan IPK 3,48. Kemudian, Aprilia Setyoningrum dari  Program Studi Teknik Informatika dengan IPK 3,85. (sli/bay/c1)

(bw/sli/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia