Jumat, 19 Oct 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Diduga Kabur Bersama PIL, Warga Kembiritan Meninggal di Bali

Rabu, 26 Sep 2018 17:30 | editor : Ali Sodiqin

DIDUGA DIANIAYA: Yunus Wahyudi menunjukkan bukti laporan dan foto Siti Malikah sebelum meninggal dunia, Senin (24/9).

DIDUGA DIANIAYA: Yunus Wahyudi menunjukkan bukti laporan dan foto Siti Malikah sebelum meninggal dunia, Senin (24/9). (Dedy Jumhardiyanto/RaBa)

BANYUWANGI – Diduga dianiaya oleh tetangganya, seorang ibu rumah tangga asal  Dusun Pandan, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng ditemukan kritis hingga akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Sanglah, Bali. Kasus tersebut kini dalam penyelidikan Satuan Reskrim Polres Banyuwangi.

Ibu nahas tersebut adalah Siti Malikah, 44. Sedangkan pelapor kasusnya adalah suami Siti Malikah, Imam Sholihin, 48. Peristiwa tersebut bermula saat Imam yang sedang bekerja di Yunani pulang ke rumahnya di Dusun Pandan. Saat pulang tersebut, Imam tidak menjumpai istri kesayangannya.

Istri yang telah melahirkan dua anaknya tersebut diduga kabur bersama pria idaman lain (PIL) yang merupakan tetangga di belakang rumahnya. ”Saat pulang, istri Imam sudah tidak ada di rumah hingga akhirnya dia mencari istrinya dan saya hantarkan melapor ke Polres Banyuwangi,” ungkap Yunus Wahyudi, kerabat yang juga teman Imam Sholihin.

Ketika dalam pencarian tersebut, Imam justru mendapat informasi jika istri kesayangannya ditemukan dalam kondisi kritis di Rumah Sakit Sanglah, Provinsi Bali. Dia pun lantas bergegas ke Bali, dan ternyata istrinya dirawat dalam kondisi kritis. Bagian matanya lebam, bagian bibirnya robek. ”Saat kami ke sana (Bali) sekujur tubuh Siti Malikah penuh luka seperti bekas dianiaya,” terang Yunus.

Tidak berselang lama, tepatnya Selasa 28 Agustus 2018 pukul 04.30, Siti Malikah mengembuskan napas terakhirnya. Untuk mengetahui penyebab banyaknya luka tersebut, pihak keluarga meminta agar jenazah Siti Malikah diotopsi. ”Hasil visum RS Sanglah jelas dinyatakan ada bekas luka pukulan benda tumpul pada perut korban dan juga bagian tubuh korban,” beber aktivis LSM asal Desa Kradenan Kecamatan Purwoharjo tersebut sembari menunjukkan foto korban.

Terkait peristiwa itu, Imam Sholihin juga melaporkan ke Polres Banyuwangi. ”Saya juga sudah menghadap langsung kepada Kapolres dan saat itu juga agar segera ditindaklanjuti dengan mengirim anggota polisi ke Pulau Bali,” kata Yunus.

Kasatreskrim  AKP Panji Prathista Wijaya membenarkan adanya laporan kejadian tersebut. Perkara tersebut juga telah dilaporkan ke Polres Banyuwangi. Hanya saja, laporan yang ditindaklanjuti adalah laporan kali pertama yang ditangani unit PPA Polres Banyuwangi.

”Kami masih memburu keberadaan terlapor. Kami juga mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi semenjak istri pelapor pergi sampai ditemukan dalam keadaan kritis di RS Sanglah, Bali. Kami juga sudah koordinasi dengan pihak kepolisian Denpasar untuk ikut membantu mencari keberadaan terlapor yang diduga berada di Bali,” jelas Panji.

Mengenai adanya laporan kedua setelah korban meninggal dunia, Panji mengaku masih belum memeriksa lebih lanjut. ”Laporan yang kami terima melarikan istrinya, bukan penganiayaan. Kalau memang benar terjadi penganiayaan yang menyebabkan istri pelapor meninggal dunia kemungkinan tempat kejadian perkara (TKP) bukan di Banyuwangi. Tapi coba akan saya periksa lebih lanjut,” tandasnya.

(bw/ddy/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia