Selasa, 23 Oct 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Tere Liye Berbagi Ilmu Menulis di SDN Model

Senin, 24 Sep 2018 20:30 | editor : Ali Sodiqin

Tere Liye berbagi ilmu dengan penulis muda di Aula SDN Model, Minggu (23/9).

Tere Liye berbagi ilmu dengan penulis muda di Aula SDN Model, Minggu (23/9). (FREDY RIZKI/RaBa)

BANYUWANGI – Ratusan pegiat dunia literasi dari Banyuwangi, Minggu pagi (23/9) berkumpul di aula SDN Model Banyuwangi. Pagi itu salah seorang novelis sekaligus motivator nasional, Tere Liye, datang untuk membagikan ilmunya di hadapan mereka.

Meski tanpa woro-woro yang ramai, kedatangan penulis buku “Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin” itu cukup mengundang antusiasme banyak orang. Dari ratusan peserta yang hadir, tampak berasal dari kalangan mahasiswa, guru, siswa dan pegawai swasta. Tere Liye yang menyampaikan materi pun terlihat cukup lepas di hadapan para peserta yang datang.

“Sasaran kita memang pegiat literasi di Banyuwangi, mulai kalangan umum, mahasiswa, guru dan dosen,” ujar ketua penyelenggara kegiatan, Rahma Hidayat,21.

Dia menambahkan kegiatan tersebut terkesan mendadak. Karena baru H-14 pelaksanaan baru diumumkan. Meski demikian,  ada sekitar 750 orang yang sudah mendaftarkan diri untuk ikut. Termasuk para peserta on the spot. “Kita melihat antusiasmenya cukup tinggi, karena selain memang Tere Liye penulis nasional, dia juga seorang motivator. Jadi tidak hanya berbagi ilmu tentang tulisan, para peserta yang datang juga dimotivasi,” imbuh wanita asal Tulungagung itu.

Sayangnya, Tere Liye tidak ingin kedatanganya diekspose besar-besaran. Pria 39 tahun itu bahkan melarang pengambilan foto untuk publikasi media. Kepada panitia, Tere Liye memberikan beberapa syarat agar dirinya mau memberikan  materi di Bumi Blambangan.

“Memang beberapa syaratnya dia tidak berkenan difoto, kita sudah mengajukan permohonan untuk mendatangkan Tere Liye sejak Februari lali, tapi baru terealisasi sekarang. Tapi dia juga menyampaikan ingin membuat banyak orang terutama generasi muda untuk tertarik menulis, sehingga muncul penulis-penulis muda baru,” tandas mahasiswi Jurusan Akuakultur, Unair Banyuwangi itu. (fre/aif)

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia