Minggu, 16 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Genteng

Santri Siaga Cegah Narkoba Masuk Pesantren

24 September 2018, 18: 05: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

SIMBOLIS: Kasat Narkoba Polres Banyuwangi, AKP Imron memakaikan rompi kepada perwakilan santri siaga di Ponpes Raudlatus Salam, Gunungsari, Sumbergondo, Glenmore, Minggu (23/9).

SIMBOLIS: Kasat Narkoba Polres Banyuwangi, AKP Imron memakaikan rompi kepada perwakilan santri siaga di Ponpes Raudlatus Salam, Gunungsari, Sumbergondo, Glenmore, Minggu (23/9). (Imron For RaBa)

BANYUWANGI – Maraknya peredaran narkoba di Banyuwangi terus diantisipasi pihak kepolisian. Salah satunya dengan mengadakan diklat santri siaga kepada santri-santri yang berada kawasan di pondok pesantren seluruh Banyuwangi.

Kasat Narkoba Polres Banyuwangi, AKP Imron mengatakan, program santri siaga tersebut merupakan inovasi program yang di inisiasi oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi bekerja sama dengan Polres Banyuwangi. “Kami mengapresiasi dan mendukung penuh program santri siaga ini,” ungkapnya.

Melalui kegiatan santri siaga tersebut, para santri di seluruh Banyuwangi secara bertahap dan berkelanjutan akan diberikan wawasan, pembekalan tentang dampak bahaya penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang. “Sementara ini, kawasan pondok pesantren memang pernah tersentuh sosialisasi narkoba. Melalui lembaga NU ini kami sangat bersyukur bisa memberikan pemahaman kepada calon generasi penerus bangsa yang berada di pondok pesantren untuk bersama-sama memerangi narkoba,” jelasnya.

Sejauh ini, lanjut Imron, kawasan pondok pesantren salah satu lembaga pendidikan yang masih sangat steril dari peredaran narkoba. Namun demikian, juga perlu diantisipasi dan dibentengi dengan pemahaman yang benar tentang bahaya narkoba. “Para santri ini juga akan menjadi duta di masing-masing pondok pesantren untuk memberikan informasi kepada santri lainnya tentang bahaya narkoba. Termasuk jika menemukan adanya peredaran narkoba di pondok pesantren,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Rabithah Ma'ahidil Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Banyuwangi, Fahrur Rozi mengatakan, kegiatan santri siaga tersebut akan terus dilaksanakan ke seluruh pondok pesantren yang berada di bawah naungan RMI NU Banyuwangi. “Harapannya, dengan diberikan pemahaman tentang bahaya narkoba ini, santri benar-benar memiliki pondasi yang kuat agar tidak terjerumus dalam jurang peredaran narkoba,” jelasnya.

Apalagi, terang Rozi, di zaman modernitas dan di tengah kepungan informasi teknologi saat ini, santri juga harus mendapatkan porsi yang lebih tidak hanya dalam pelajaran ilmu agama. Melainkan juga tentang perkembangan dunia luar pondok pesantren. “ Jika seluruh santri di pondok pesantren dapat di proteksi, maka generasi penerus bangsa bisa terselamatkan dari bahaya narkoba,” tandasnya. (ddy/als)

(bw/ddy/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia