Minggu, 16 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Beli HP Bekas Kerap Berurusan dengan Hukum, Asoba Rapatkan Barisan

24 September 2018, 17: 10: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

UNGKAPKAN KERESAHAN: Pengurus dan anggota Asoba menggelar pertemuan rutin di Hotel Pancoran, Rogojampi, Sabtu (22/9).

UNGKAPKAN KERESAHAN: Pengurus dan anggota Asoba menggelar pertemuan rutin di Hotel Pancoran, Rogojampi, Sabtu (22/9). (SUBAHRODIN YUSUF FOR RABA)

ROGOJAMPI – Para pemilik konter handphone yang tergabung  dalam Asosiasi Outlet Banyuwangi (Asoba) resah menyusul banyak anggotanya yang diperiksa polisi terkait jual-beli HP bekas. Keresahan ini muncul karena tak sedikit dari anggota Asoba yang dijadikan tersangka kasus penadah barang kejahatan berupa HP.

Padahal mereka tidak tahu-menahu kalau barang yang dibeli tersebut merupakan barang curian. Kejadian seperti ini tidak hanya terjadi satu atau dua kali, tapi kerap menimpa anggota Asoba yang tersebar di seluruh Banyuwangi. ”Padahal kita jualan sudah sesuai prosedur. Tapi masih ada yang dipanggil sebagai saksi, bahkan ada anggota Asba yang dijadikan tersangka,’’ ungkap Ketua Asoba Gatot Sarwoto dibenanrkan Wakil Ketuanya  Ahmad Fauzi.

Biar persoalan ini tidak berlarut-larut, Sabtu kemarin (22/9) sebanyak 140 anggota Asoba merapatkan barisan. Mereka satu suara mengungkapkan keresahan yang dialami terkait jual-beli HP second. Sebagai kesimpualan dari pertemuan itu, dalam waktu dekat mereka akan audiensi dengan pimpinan Polres Banyuwangi. ”Mudah-mudahan segera ada penyelesaian dari keresahan yang dirasakan teman-teman Asoba,’’ harap Fauzi.

Pertemuan yang berlangsung di Hotel Pancoran, Rogojampi tersebut mengundang hadirkan wartawan yang tergabung dalam PWI.  Rupanya mereka juga ingin diberi wawasan tentang sepak terjang kinerja wartawan di lapangan. Dalam pertemuan tersebut dari PWI dihadiri ketuanya, Syaifuddin Mahmud dan anggotanya Subahrodin Yusuf. ”Kami menyarankan agar keluhan teman-teman Asoba ini disampaikan langsung ke Pak Kapolres. Dengan silaturahmi, kami yakin akan ada solusinya,’’ kata Subahrodin Yusuf.

Dalam kesempatan tersebut, anggota Asoba sepakat untuk berdialog dengan pihak kepolisian. Soal waktu masih belum ditentukan. Fauzi berharap pertemuan Sabtu kemarin (22/9) bisa menjadi kekuatan teman-teman Asoba. Sehingga  mereka tetap aman berjualan dan tidak waswas lagi  berurusan dengan aparat kepolisian. ”Asoba ini berdiri tahun 2016. Anggota kita ada 140. Kami rutin menggelar pertemuan tiap dua atau empat bulan sekali. Dengan pertemuan rutin ini kita bisa memecahkan persoalan yang dihadapi teman-teman Asoba,’’ kata Fauzi.

(bw/ddy/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia