Selasa, 23 Oct 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Situbondo
Dipsendikbud Situbondo

Lomba Paduan Suara untuk Kembangkan Bakat Siswa

Selasa, 31 Jul 2018 15:55 | editor : AF. Ichsan Rasyid

SEMANGAT: Puluhan siswa SD dan SMP mengikuti pembekalan sebelum pelaksanaan lomba Paduan Suara dimulai, kemarin (30/7).

SEMANGAT: Puluhan siswa SD dan SMP mengikuti pembekalan sebelum pelaksanaan lomba Paduan Suara dimulai, kemarin (30/7). (IZZUL FOR JAWAPOS.COM)

PANJI- Puluhan siswa SD dan SMP di Kabupaten Situbondo memenuhi Aula PG Panji, kemarin (30/7). Mereka mengikuti lomba paduan suara yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Ada 17 group siswa SD perwakilan masing-masing kecamatan dan tujuh kelompok siswa SMP perwakilan sub rayon se-Situbondo ikut berkompetisi.

Kepala Bidang Kebudayaan Dispendikbud Situbondo, Bambang Purwanto Utomo mengatakan, tujuan pelaksanaan lomba tak lain untuk menumbuhkembangkan bakat dan minat siswa dalam olah vokal. “Kegiatan ini sebagai bentuk implementasi pelajaran seni budaya dan prakarya pada kurikulum 2013 yang diterapkan di sekolah SD dan SMP. Serta untuk mengenalkan lagu-lagu daerah di Jawa Timur. Terlebih lagi, lagu khusus  Kota Santri  berupa Mars Situbondo,” terang Bambang.

Menurut Bambang, dari jumlah kelompok yang mengikuti lomba akan dipilih juara 1,2, 3, juara harapan 1,2 dan 3. Baik itu tingkat SD maupun SMP. Masing-masing akan mendapat tropi, piagam dan  uang pembinaan.“Besarnya ya tergantung tingkat kejuaraannya,” paparnya.

Peserta lomba paduan suara

Peserta lomba paduan suara

Untuk juri lomba, kata Bambang, sudah ada tiga orang yang ditunjuk. Yakni Rudi, Rosa dan Jaya. “Dengan kriteria peserta meliputi satu drigen, 20 penyanyi dan empat orang pengiring musik. Peserta boleh campuran, putera saja atau puteri saja” paparnya.

Sedangkan untuk dalam penyajian lagu daerah, kata Bambang, pihaknya memberi aturan khusus. “Musik iringan yang boleh dipakai pada keyboard hanya piano. Khusus lagu daerah, tidak boleh setel aransemennya dari keyboard. Kalo dari gendang ya pakek gendang. Kalau ketipung, ya harus dibawa ketipungnya. Jangan menggunakan suara keyboard,” jelasnya. (zul/pri)

(bw/mls/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia