Minggu, 16 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Genteng

Nenek Pikun Gegerkan Warga Pasar

30 Juli 2018, 13: 50: 59 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

DIANTAR PULANG: Anggota Polsek Songgon mengantarkan Mariyati ke Dusun Derwono, Desa Balak, Kecamatan Songgon, Jumat (27/7).

DIANTAR PULANG: Anggota Polsek Songgon mengantarkan Mariyati ke Dusun Derwono, Desa Balak, Kecamatan Songgon, Jumat (27/7). (BAGUS RIO/JAWAPOS.COM)

SONGGON-Warga yang tinggal di sekitar Pasar Songgon, Desa/Kecamatan Songgon, digegerkan dengan nenek berusia lanjut yang kebingungan. Nenek berumur sekitar 80 tahun itu sudah pikun dan lupa jalan pulang, Jumat (27/7).

Nenek bernasib malang itu Mariyati, warga Dusun Derwono, Desa Balak, Kecamatan Songgon. Saat ditemukan warga di sekitar pasar, nenek berkebaya itu hanya seorang diri. “Kita temukan di pinggir jalan sendirian dengan membawa plastik kecil yang berisi uang,” ujar Kapolsek Songgon, AKP Bakin.

Menurut Kapolsek, nenek itu kali pertama ditemukan oleh salah satu pedagang yang ada di pasar. Pedagang itu melihat nenek tersebut sedang mondar-mandir di sekitar pasar. “Saat ditanya nenek itu malah balik tanya kalau rumahnya di mana,” katanya.

Karena merasa kasihan, pedagang itu selanjutnya melaporkan ke polsek. Dari laporan itu, pihaknya langsung turun dan mengamankan nenek tersebut. “Kita amankan dengan dibawa ke polsek,” ujarnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Saat dibawa ke polsek, lanjut dia, ada warga yang mengenali nenek tersebut. Warga itu menyampaikan kalau nenek itu sudah pikun dan bernama Mariyati. “Untungnya ada warga yang kenal, kita minta alamat nenek pada warga yang mengenali itu,” cetusnya.

Dengan bekal alamat itu, polisi langsung mengantar nenek itu ke rumahnya di Dusun Derwono, Desa Balak, Kecamatan Songgon. “Keluarganya memang tengah mencari nenek tersebut, keluarga langsung memeluk dan membawanya ke dalam rumah,” jelasnya.

Dari keterangan keluarganya, jelas dia, nenek itu keluar dari rumah sekitar pukul 05.00. Dengan jalan kaki dan tiba di Pasar Songgon sekitar pukul 09.00. “Kita serahkan pada keluarga untuk diberi pengertian, agar nenek tersebut tidak keluar sendiri,” katanya.(rio/abi)

(bw/rio/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia