Minggu, 21 Oct 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Genteng

Batang Pohon Pinus Banyak Dicuri

Senin, 30 Jul 2018 13:00 | editor : AF. Ichsan Rasyid

BEKAS POTONGAN: Pohon pinus yang tersapu banjir bandang di Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon banyak yang dipotong warga, kemarin (29/7).

BEKAS POTONGAN: Pohon pinus yang tersapu banjir bandang di Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon banyak yang dipotong warga, kemarin (29/7). (BAGUS RIO/JAWAPOS.COM)

SONGGON-Sejumlah pohon pinus yang tumbang akibat banjir bandang pada Jumat (22/6), masih banyak yang berserakan di pinggir sungai Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon. Kini, pohon itu menjadi bancaan warga.

Pohon pinus itu berasal dari hutan yang dikelola oleh Perhutani KPH Banyuwangi Barat. Karena tidak dievakuasi, oleh warga dianggap sudah tidak dipakai lagi. “Ini akibat alam, jadi semua yang ada di bekas aliran sungai yang kena banjir, itu milik siapa saja,” ujar Selamet Heru, 49, warga Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon.

Selamet mengakui pohon pinus itu memang berasal dari hutan milik Perhutani. Tapi karena tidak lekas diambil, berarti Perhutani telah melepaskan. “Kalau memang tidak boleh diambil, pasti dijaga oleh Perhutani. Ini tidak ada penjagaan sama sekali,” katanya.

Menurut Slamet, warga sebenarnya mengakui pohon itu milik Perhutani. Hanya saja, lokasi yang kini penuh dengan batang pohon pinus itu milik warga. Sehingga, warga juga memiliki ha katas pohon itu. “Tidak salah kalau warga mengambil kayu pinus itu,” sebutnya.

Warga yang mengambil batang pohon pinus di sekitar aliran sungai Badeng itu, jelas dia, digunakan untuk bahan bangunan rumah. “Batang pohon pinus itu kebanyakan dimanfaatkan warga untuk memperbaiki rumahnya yang rusak akibat banjir bandang,” ujarnya.

Koordinator pengurus Wisata Pohon Pinus Songgon (WPS), Yusuf mengatakan, memang banyak pohon pinus milik Perhutani KPH Banyuwangi Barat yang hanyut akibat banjir bandang. Di antara pohon pinus itu, banyak yang menyangkut di aliran sungai Badeng dekat lokasi WPS. “Kalau di lokasi ini dijaga oleh petugas WPS agar tidak diambil warga,” katanya.

Yusuf mengaku menjaga pohon pinus itu secara ketat. Hanya saja, kalau malam tidak ada yang menjaga. “Memang rawan kalau malam, tapi kita berusaha semaksimal mungkin dalam menjaganya,” jelasnya.(rio/abi)

(bw/rio/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia