Selasa, 23 Oct 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Events

Sampai Jumpa di BEC 2019 “The History of Muncar”

Senin, 30 Jul 2018 12:50 | editor : AF. Ichsan Rasyid

BANYAK ALTERNATIF: Menko Luhut didampingi Bupati Anas berfoto bersama para penari di salah satu stage BEC kemarin.

BANYAK ALTERNATIF: Menko Luhut didampingi Bupati Anas berfoto bersama para penari di salah satu stage BEC kemarin. (DITA RABA-BSI FOR RABA)

BANYUWANGI Ethno Carnival (BEC) 2018 berlangsung super meriah kemarin (29/7). Ribuan warga Bumi Blambangan, wisatawan Nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman) tumplek-blek di sepanjang rute karnaval kebanggaan Banyuwangi tersebut.

Ya, BEC memang sudah digelar sebanyak delapan kali beruntun sejak tahun 2011. Namun, bukannya berkurang, animo masyarakat untuk menyaksikan karnaval modern yang berakar dari seni-budaya lokal tersebut semakin tinggi. Saking membeludaknya penonton, nyaris tidak ada spase kosong mulai start BEC di kawasan Taman Blambangan hingga finish di Stadion Diponegoro.

ARTIS NASIONAL: Danang dan Fitri Carlina menghibur penonton dan undangan BEC di kawasan Taman Blambangan Banyuwangi.

ARTIS NASIONAL: Danang dan Fitri Carlina menghibur penonton dan undangan BEC di kawasan Taman Blambangan Banyuwangi.

Bahkan, gang-gang di sepanjang rute yang dilalui iring-iringan peserta disulap menjadi tempat parkir dadakan oleh warga sekitar. Tidak sedikit pula warga yang kecipratan untung menjajakan aneka makanan, minuman, hingga mainan anak-anak.

Sementara itu, BEC bertema “Puter Kayun” kali ini benar-benar menyuguhkan sajian berkelas. 120 talent yang terbagi dalam sepuluh defile menampilkan kostum indah plus koreografi yang menawan. Setelah tampil di start, talent asal yang tergabung di setiap defile lantas berjalan menuju stage masing-masing.

Sepuluh stage tersebut tersebar mulai Pasar Banyuwangi hingga Stadion Diponegoro. Karena itu, penonton yang tidak bisa mengakses tenda utama BEC bisa tetap menyaksikan koreografi para talent di masing-masing stage.

 Ini berbeda dengan perhelatan BEC sebelumnya. Pada edisi terdahulu, setelah tampil di stage utama, seluruh talent “hanya” berjalan menuju finish di depan kantor Bupati Banyuwangi.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, BEC konsisten mengangkat tema yang berakar dari seni, tradisi, dan budaya lokal Banyuwangi. “Ini yang membuat BEC berbeda dibandingkan karnaval di daerah-daerah lain,” ujarnya.

Setelah menampilkan tema Puter Kayun, tahun depan BEC akan mengangkat tema “The History of Muncar”. Tema tersebut diluncurkan pada bagian akhir BEC 2018 kemarin. (sgt/afi)

KHAS BANYUWANGI: Seratus penari gandrung mengawali parade BEC dengan indah.

KHAS BANYUWANGI: Seratus penari gandrung mengawali parade BEC dengan indah.

NUANSA UNGU: Miss Teen Jatim menampilkan busana ala mbok Jamu.

NUANSA UNGU: Miss Teen Jatim menampilkan busana ala mbok Jamu.

LINTAS USIA: Penonton BEC dewasa dan anak-anak.

LINTAS USIA: Penonton BEC dewasa dan anak-anak.

(bw/sgt/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia