Kamis, 13 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Refleksi

Optimalisasi Produk dan Proses Produksi Berbasis Teknologi Tepat Guna

Oleh: Ikhwanul Qiram

30 Juli 2018, 12: 17: 06 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

Optimalisasi Produk dan Proses Produksi Berbasis Teknologi Tepat Guna

BANYUWANGI memiliki populasi penduduk sebesar 1.574.778 jiwa yang tersebar di 25 Kecamatan yang ada. Aktifitas ekonomi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Banyuwangi memiliki proporsi 131.866 unit  atau sebesar 99,81% dibandingkan industri besar dan sedang yang berjumlah 0,19% (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, 2013).

Gambaran populasi dan sebaran jumlah penduduk di atas merupakan potensi pasar bagi UMKM di Banyuwangi. Kecamatan Kalipuro sendiri memiliki 5.300 unit atau sebanyak 4,019%. Di Kecamatan Kalipuro terdapat 2 (dua) usaha mikro skala rumah tangga yang memproduksi usaha roti dan kue. Kedua usaha roti itu dikelola oleh Mahmudi di Desa Pesucen dan Siti Nafsiyah di Desa Kalipuro.

Usaha roti dan kue kering maupun basah, saat ini berkembang seiring dengan kesibukan masyarakat dan dinamika kehidupan sosial. Roti dan kue dapat menjadi menu sarapan pagi, camilan di waktu senggang, dan menjadi hidangan pada acara-acara rapat atau pertemuan. 

Mitra pertama, Mahmudi menjalankan usaha pembuatan roti sejak tahun 2013. Pengalaman membuat roti didapat dari pengalaman kerja selama 5 tahun di Jakarta. Pengalaman di proses produksi roti menjadi motivasi untuk mendirikan usaha sendiri. Modal awal yang terbatas digunakan membeli peralatan kerja skala rumah tangga seperti mixer, oven, dan lain-lain. Usaha ini dijalankan di rumah sendiri. Usaha Bapak Mahmudi saat ini memproduksi jenis roti tawar dan roti kecil. Roti tawar dijual sebesar Rp 7.000 sedangkan roti kecil Rp 2.000. Setiap hari rata-rata mengolah ± 5 kg bahan roti (tepung). Hasil produksi dipasarkan di pasar tradisional, toko, dan warung yang telah menjadi pelanggannya. Semua aktivitas usaha dilakukan sendiri oleh Bapak Mahmudi beserta karyawan sebanyak 2 orang. Sistem manajemen usaha terutama terkait dengan masalah keuangan, masih belum dijalankan. Omzet penjualan per bulan rata-rata usaha ini berkisar 3-4 juta. Peluang pasar masih terbuka lebar terutama pasokan untuk pasar tradisional. Hal ini terlihat pada rutinitas pengiriman hasil produksi yang dilakukan setiap hari karena pengiriman ± 10 - 15 roti tawar selalu habis terjual.

Mitra kedua, Siti Nafsiyah menjalankan usaha kue basah dan kue kering. Produknya terdiri dari produk rutin yang dijual ke warung-warung dan toko-toko terdekat serta kue pesanan berupa kue ulang tahun, pernikahan, dan berbagai acara. Usaha ini dijalankan di rumah sendiri. Setiap hari, usaha ibu Siti Nafsiyah ini rata-rata memproses bahan baku tepung sebanyak 4-5 kg. Produk kue beraneka macam dari yang kue tradisional sampai kue-kue yang sedang diminati masyarakat maupun kue hasil kreasi sendiri. Harga jual kue basah rata-rata sebesar Rp 1,000-Rp 1,500 per buah. Sedangkan untuk kue pesanan, harganya tergantung pada keinginan dan kemampuan para konsumennya. Proses produksi dilakukan dengan bantuan karyawan lepas 1-3 orang dari lingkungan tetangga sekitar yang direkrut sesuai kebutuhan pesanan.

Permasalahan yang dihadapi oleh usaha mitra adalah sebagai berikut:

Pertama, problem minimnya peralatan. Peralatan kerja yang ada saat ini tidak memadai. Pengaduk adonan (mixer) yang dimiliki saat ini hanya memiliki kapasitas 1 kg setiap prosesnya. Hal ini menyebabkan keterbatasan produksi dan juga kualitas hasil produksi. Proses pengadukan dengan peralatan yang tidak tepat ini menyebabkan pencampuran bahan tidak dapat dilakukan secara maksimal.

Peralatan kerja lain yang tidak memadai adalah oven. Oven yang dimiliki adalah oven skala rumah tangga dengan kapasitas terbatas. Hal ini menyebabkan proses produksi menjadi tidak efisien dan biaya produksi yang relatif besar. Peralatan penunjang berupa pemotong roti juga masih belum dimiliki sehingga hal ini berpengaruh terhadap kualitas produk.

Kedua, permasalahan yang terkait dengan tampilan produk. Usaha Bapak Mahmudi menggunakan nama roti ”Laros” tetapi kemasan plastiknya belum memiliki cetakan nama tersebut. Usaha Bapak Suparno Wanto memiliki nama ”Piaku” dan tercetak di plastik kemasan tetapi dengan desain yang kurang menarik. Hal ini karena keterbatasan pengetahuan para calon mitra tersebut.

Ketiga, permasalahan manajemen yakni terkait dengan pengelolaan keuangan dan manajemen produksi. Pengelolaan secara perorangan menyebabkan pengelolaan keuangan usaha yang bercampur dengan pengelolaan keuangan rumah tangga. Hal ini sering berdampak pada usaha terutama terkait dengan proses penyediaan bahan baku.

Sementara itu, minimnya tenaga dan biaya operasional merupakan salah satu faktor utama dalam pengembangan promosi usaha. Selain itu, kedua pengusaha roti ini belum memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan fasilitas internet. Dengan memberikan pelatihan keterampilan penggunaan internet akan menjadi peluang baru dalam meningkatkan promosi melalui fasilitas program dan media sosial lainnya.

Secara umum permasalahan secara umum terkait manajemen antara lain, berdasar identifikasi awal terkait analisis situasi dan permasalahan yang dihadapi para calon mitra, solusi umum yang ditawarkan adalah konsultasi usaha dalam bentuk pelatihan pembenahan manajemen usaha dan pemasaran, bantuan teknologi pendukung proses produksi.

Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan iptek ini akan dilakukan dalam tahap berikut:

Pertama, analisis detail usaha dan kebutuhan teknis. Aktivitas ini melibatkan kunjungan dan wawancara awal antara tim dengan calon mitra. Hal ini dilakukan untuk mengumpulkan data-data detail usaha dan kebutuhan teknis peralatan. Data-data tersebut diperlukan untuk menyusun sistem usaha dan pemasaran, mendiskusikan desain, dan menentukan spesifikasi peralatan pendukung proses produksi.

Kedua, desain dan perakitan peralatan yang bertujuan menciptakan mesin mixer yang memiliki desain yang kokoh dan kapasitas produksi yang lebih besar. Mesin ini berkapasitas ± 90 kg, menggunakan motor 1/2HP, dengan variasi kecepatan 36/117, 81/265, 151/494 rpm.

Selanjutnya juga akan dilakukan peningkatan kapasitas oven roti. Oven berkapasitas enam loyang dengan ukuran loyang ± 45 cm x 75 cm, jenis bahan bakar yang digunakan adalah gas. Untuk meningkatkan efisiensi pemakaian bahan bakar adalah dengan melakukan kontrol panas suhu oven yang maksimal sehingga apabila suhu tercapai oven otomatis akan mematikan sistem pembakaran dan apabila panas suhu oven turun 5-10 oC maka oven otomatis akan menghidupkan sistem pembakaran otomatis.

Ketiga, konsultasi usaha, pendampingan, dan pelatihan. Konsultasi usaha yang direncanakan meliputi pelatihan manajemen usaha dasar, mitra juga akan dibekali pengetahuan tentang tata cara operasi dan perawatan mesin-mesin produksi.

Setelah proses pembuatan dan serah terima alat dilakukan, selanjutnya dilakukan pelatihan tentang tata cara pemakaian dan pemeliharaan peralatan PKM. Langkah selanjutnya adalah mempersiapkan tahap kegiatan monitoring dan evaluasi yang digunakan untuk mengukur sejauh mana tingkat ketercapaian target optimalisasi produksi dari kedua mitra PKM. Hasil monitoring dan Evaluasi dapat digambarkan sebagai berikut :

Akhirnya dapat disimpulkan, program Kemitraan Masyarakat menunjukkan peningkatan omzet produksi dan keuntungan usaha sebesar 1 juta/bulan. Secara umum, peningkatan kapasitas produksi dan omzet sebesar 50% diprediksi akan meningkatkan biaya produksi sebesar 50% tetapi meningkatkan keuntungan sebesar lebih dari 60% dari laba sebelumnya.

Selain itu, peningkatan omzet yang didapatkan juga didukung dengan peningkatan keterampilan dan pengetahuan dalam memperbaiki kualitas produk dari masing-masing mitra. Perbaikan dari sisi manajemen akuntabilitas keuangan juga menjadi lebih baik dengan perbaikan sistem pembukuan yang dapat dijadikan evaluasi bagi mitra terhadap kondisi usaha di setiap waktu. Hasil evaluasi akan menjadi kajian pengembangan bagi usaha di masa yang akan datang.(*)

*) Dosen Prodi Teknik Mesin Universitas PGRI Banyuwangi.

(bw/mls/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia