Minggu, 16 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Politik & Pemerintahan

DPRD Ingin Ikut Meningkatkan PAD

29 Juli 2018, 07: 55: 59 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

INGIN KOLABORASI: Bupati Anas (kanan) Wakil Ketua DPRD HM Joni Subagio dan Ketua DPRD Made Cahyana Negara dalam rapat paripurna DPRD beberapa waktu lalu.

INGIN KOLABORASI: Bupati Anas (kanan) Wakil Ketua DPRD HM Joni Subagio dan Ketua DPRD Made Cahyana Negara dalam rapat paripurna DPRD beberapa waktu lalu. (JAWAPOS.COM)

BANYUWANGI – Anjloknya proyeksi pendapatan daerah pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2019, mendapat perhatian serius dari DPRD. Kalangan dewan meminta eksekutif memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD) agar fiskal daerah lebih mandiri.

Untuk mendorong kemandirian fiskal daerah itu, DPRD menyatakan siap untuk melakukan kolaborasi dengan eksekutif. Selama ini, legislatif tidak terlibat langsung dalam teknis peningkatan PAD. ”Selama ini, DPRD tidak terlibat langsung dan hanya mendapat laporan saja. Ke depan, ayo kita sama-sama untuk mendongkrak penerimaan PAD kita," ajak Wakil Ketua DPRD HM Joni Subagio kemarin.

 Joni Subagio mengatakan, realisasi PAD perlu terus dipacu. Dalam rangka memacu realisasi PAD tersebut, beberapa waktu lalu pimpinan dewan sudah mengarahkan agar ada kerja sama eksekutif dan legislatif dalam rangka monitoring penyerapan PAD di lapangan.

Joni menuturkan, dengan monitoring bersama antara tim eksekutif dan legislatif, diharapkan realisasi PAD semakin optimal. ”Diharapkan pada semester kedua ini, penyerapan PAD semakin optimal. Begitu juga penyerapan PAD pada tahun-tahun berikutnya,” kata politisi PKB tersebut.

Seperti diberitakan, pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019 dimulai. Pada proses awal pembahasan terungkap, postur anggaran pemkab diproyeksi turun signifikan dibanding tahun ini.

Penurunan proyeksi anggaran pendapatan dan belanja daerah tersebut disampaikan langsung Bupati Abdullah Azwar Anas pada forum rapat paripurna DPRD Senin lalu (23/7). Rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Joni Subagio itu dilakukan dalam rangka Penyampaian Nota KUA-PPAS APBD 2019.

Dalam KUA-PPAS yang disampaikan Bupati Anas tersebut, pendapatan daerah di tahun 2019 diproyeksi sebesar Rp 2,13 triliun. Angka ini berkurang sebesar Rp 851,9 miliar atau setara 28,58 persen dibandingkan pendapatan daerah yang ditetapkan dalam APBD 2018 sebesar Rp 2,98 triliun.

Pendapatan daerah tersebut berasal dari pendapatan asli daerah (PAD) yang diproyeksi naik 7,5 persen dari Rp 257,38 miliar pada APBD 2018 menjadi Rp 566,93 miliar pada KUA-PPAS APBD 2019. Berbeda dengan PAD, dua pos pendapatan yang lain, yakni dana perimbangan dan lain-lain pendapatan yang sah, diproyeksi mengalami penurunan. (sgt)

(bw/sgt/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia