Jumat, 19 Oct 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Politik & Pemerintahan

DPD PSI Terima Keputusan Penolakan Caleg PSI

Minggu, 29 Jul 2018 06:45 | editor : AF. Ichsan Rasyid

DPD PSI Terima Keputusan Penolakan Caleg PSI

BANYUWANGI – Gugatan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI)Banyuwangi terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), berujung happy ending. DPD PSI akhirnya berdamai dan mau menerima keputusan KPU yang menolak pendaftaran caleg PSI.

Kesepakatan damai antara PSI dan KPU tersebut dicapai pada proses mediasi pertama yang dilakukan Panwaslu Banyuwangi kemarin (27/7). PSI tidak lagi mempersoalkan keputusan KPU, maka Panwaslu langsung membuatkan berita acara hasil mediasi tersebut.

Ketua Panwaslu Banyuwangi Hasyim Wahid mengatakan, pihaknya melakukan mediasi awal permohonan sengketa proses Pemilu yang diajukan DPD PSI terkait berita acara penolakan pendaftaran caleg PSI ke KPU pada 17 Juli lalu. ”Sesuai Peraturan Bawaslu Nomor 18 Tahun 2017 dan Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017, Bawaslu punya kewenangan menangani sengketa proses pemilu seperti ini,” ujar Hasyim di kantor Panwaslu.

Karena itu, kata Hasyim, kemarin pihaknya melakukan mediasi pihak pemohon dan termohon. Dikatakan, sebenarnya mediasi bisa berlangsung dua kali. Namun, pada mediasi pertama disepakati PSI tidak lagi mempersoalkan berita acara KPU terkait dengan pendaftaran bacaleg PSI. ”Karena itu, sesuai peraturan, kami membuat berita acara. Poin-poinnya sudah diketahui pihak pemohon dan termohon. Mungkin hari ini (kemarin), langsung kita buatkan keputusan terkait apa saja yang disepakati PSI dan KPU,” kata mantan jurnalis tersebut.

Ketua DPD PSI Banyuwangi Resi Maulana mengatakan, pada mediasi tersebut pihaknya menerima keputusan KPU.  Keputusan menerima putusan KPU tersebut diambil dengan beberapa pertimbangan, salah satunya pertimbangan waktu.

Masa perbaikan daftar calon dan syarat calon akan berakhir 31 Juli mendatang. ”Karena pada dasarnya untuk melanjutkan ke tahap berikutnya, kita membutuhkan waktu yang cukup panjang, sedangkan tahap perbaikan daftar calon dan syarat calon berakhir 31 Juli,” kata dia.

Ditanya alasan kenapa PSI terlambat mendaftarkan bacaleg ke kepada KPU, Resi mengaku hal itu disebabkan faktor teknis sistem informasi pencalonan (Silon). Akibat terlambat datang ke kantor KPU, PSI gagal mendaftarkan 15 calegnya. ”Tidak ada faktor lain, hanya faktor teknis Silon. Sebenarnya syarat-syarat administrasi seluruh bacaleg kita sudah lengkap,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua KPU Banyuwangi Syamsul Arifin menuturkan, penolakan pendaftaran PSI dilakukan untuk mematuhi amanat Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2018. ”Di Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2018 jelas, pendaftaran bacaleg di hari pertama sampai ke 13 dibuka pukul 08.00 sampai 16.00. Sedangkan di hari terakhir atau 17 Juli dibuka pukul 08.00 sampai 24.00. Sedangkan teman-teman PSI datang ke kantor KPU melampaui ambang batas yang ditetapkan,” paparnya.

Selain itu, pada Peraturan KPU tersebut juga sudah jelas diatur KPU tidak bisa menerima pendaftaran bacaleg yang dilakukan setelah masa pendaftaran ditutup. ”Kalau di atas tenggat waktu yang ditetapkan, KPU tidak bisa menerima pendaftaran,” ungkapnya.

Syamsul mengaku bersyukur pada proses mediasi yang dilakukan Panwaslu, PSI menyadari keputusan penolakan pendaftaran bacaleg asal PSI. ”Kami bersyukur teman-teman PSI bisa menyadari itu. Kami mengapresiasi teman-teman PSI,” pungkasnya. (sgt/afi)

(bw/sgt/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia