Jumat, 19 Oct 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Genteng

Nelayan Ada Yang Nekat Melaut

Sabtu, 28 Jul 2018 19:15 | editor : Bayu Saksono

DAPAT IKAN: Nelayan memperbaiki jaring di Pantai Rajekwesi, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran untuk segera melaut, kemarin.

DAPAT IKAN: Nelayan memperbaiki jaring di Pantai Rajekwesi, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran untuk segera melaut, kemarin. (KRIDA HERBAYU/JPRG)

SEMENTARA itu, meski sudah ada himbauan dari BMKG dan Kasatpolairud Polres Banyuwangi, AKP Subandi agar para nelayan yang tinggal di sekitar Pantai Selatan tidak melaut, tapi sejumlah nelayan di sekitar Pantai Rejekwesi, Desa Sarongan, Kecamatan Pe­sang­garan ada yang tidak meng­gubris.

Mereka tetap nekat bekerja untuk mencari ikan ke tengah laut. Ne­layan berdalih karena tuntutan ekonomi, nekat melaut hingga ke tengah Laut Selatan. “Sudah beberapa hari tidak ada pe­ma­sukan, karena tidak be­kerja,” cetus Sanusi, 51, nelayan Pan­tai Ra­jekwesi, Desa Sarongan, kemarin (27/7).

Sanusi mengaku nekat melaut karena mata pencarian hanya mencari ikan di laut. Dia tetap be­kerja meski tinggi ombak men­ca­pai tiga hingga empat meter. “Terpaksa melaut, berangakat pukul 03.00 dan pulang pukul 10.00. Kalau tidak melaut, anak dan istri saya akan makan apa,” ujarnya.

Para nelayan berharap fenomena alam ini segera berakhir. Sebab, banyak nelayan sudah lama tidak melaut. Untuk saat ini, lanjut dia, harga ikan sedang mahal lantaran stok yang tipis. “Kalau sedang ombak besar, harga ikan naik,” ungkapnya.

Menurut Sanusi, ada sekitar 300 nelayan yang saat ini masih enggan melaut. Mereka itu memarkir perahunya agak jauh dari bibir Pantai Rajekwesi agar tidak hanyut. “Saya sudah empat hari tidak melaut,” terangnya.

Tapi karena tuntutan ekonomi, kini tidak peduli dan nekat mencari ikan ke tengah laut dengan perahu miliknya yang berukuran kecil. “Mau bagaimana lagi, saya sendiri juga tidak ada pemasukan,” dalihnya.

Saat ini, jelas dia, tinggi gelombang tiga hingga lima meter. Ombak tinggi tidak begitu berpengaruh pada hasil tangkapan. “Cuma dapat ikan baronang, juga ada lemuru dan tongkol, tapi ukurannya kecil,” cetusnya.

Selama ombak tinggi ini, lanjut dia, rata-rata hasil tangkapan nelayan untuk jenis perahu jukung itu sekali melaut mendapat 50 kilogram sampai tiga kuintal. “Tangkapan sedikit, tapi di syukuri saja dari pada tidak dapat sama sekali,” tegasnya.

(bw/kri/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia