Minggu, 21 Oct 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Genteng

Ombak di Laut Selatan Masih Menggila

Sabtu, 28 Jul 2018 19:30 | editor : Bayu Saksono

TERJANG: Seorang warga berada di bibir Pantai Rajekwesi, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, dengan ombak yang masih ganas, kemarin (27/7).

TERJANG: Seorang warga berada di bibir Pantai Rajekwesi, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, dengan ombak yang masih ganas, kemarin (27/7). (KRIDA HERBAYU/JPRG)

PESANGGARAN - Ombak tinggi masih terjadi di daerah Laut Selatan, kemarin (27/7). Warga yang ada di pesisir Pantai Rajekwesi, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, kini masih banyak yang was-was.

Itu setelah ada ombak besar pada Rabu malam (25/7) yang menerjang kerambah apung, dan tiga perahu milik nelayan hilang. “Pada Rabu malam itu ombaknya sangat besar, sempat ma­suk ke perumahan warga, kok,” cetus Nurah­man, 32, warga Dusun Rajekwesi, Desa Sarongan.

Nurohman menyebut ombak besar dengan ketinggian sekitar tiga hingga empat meter, masih terjadi di daerahnya. “Ombak masih tinggi, sekarang kita waspada akan kalau ada gelombang pasang pada malam hari,” ujarnya.

Menurut Nurohman, warga dan nelayan yang tinggal di sekitar pantai, kini hanya bisa memantau kondisi cuaca. Jika ombak besar, semua perahu di­san­darkan ke daratan dengan jarak sekitar 10 meter dari bibir pantai. “Sebagian besar nelayan tidak melaut, perahunya disan­darkan di pantai,” ungkapnya.

Sementara itu, prakirawan Badan Mete­orologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi, Anjar Triyono mengatakan, untuk tinggi gelombang itu perlu mem­perhatikan dua hal, yakni interaksi udara dan laut. Saat ini, tinggi gelombang dikata­go­rikan tinggi, khusunya di wilayah laut Selatan Banyuwangi. “Tinggi ombak tiga hingga empat meter dengan kecepatan angin enam hingga 15 knot. Sedangkan untuk angin bergerak dari arah barat dan barat daya,” bebernya.

Anjar menambahkan, bisa jadi kecepatan angin normal tapi kondisi gelombangnya tinggi. Itu akibat penjalaran gelombang dari satu tempat. Penjalaran itu mencapai ribuan kilometer dan mempengaruhi kondisi di sekitarnya.

Selain itu, terang dia, kondisi tekanan tinggi yang bertahan di Samudra Hindia (Barat Australia) atau mascarene high juga memicu terjadinya gelombang tinggi di perairan selatan Laut Jawa. Menurutnya, warga diimbau untuk siaga dan mengan­tisipasi datangnya gelombang laut, agar tidak timbul kerugian. “Untuk nelayan, sementara jangan melaut dulu, perahu dan jaring dinaikkan ditempat aman. Sedangkan pemilik warung supaya siap siaga menghadapi kemungkinan hanyut,” tandasnya.

(bw/kri/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia