Jumat, 19 Oct 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Features
Siksha O’ Anusandhan Model United Nation

Widya N Dewi, Wakili Situbondo di Ajang SOA MUN di India

Jumat, 27 Jul 2018 15:20 | editor : AF. Ichsan Rasyid

TERBANG KE LUAR NEGERI: Widya Nurriffita Dewi di Kantor Jawa Pos Radar Situbondo, kemarin.

TERBANG KE LUAR NEGERI: Widya Nurriffita Dewi di Kantor Jawa Pos Radar Situbondo, kemarin. (HABIBUL ADNAN/JAWAPOS.COM)

Dua pekan lagi, Widya Nurriffita Dewi akan terbang ke Dhubaneswar, Odhisa, India. Dia menjadi delegasi Indonesia untuk mengikuti Siksha O’ Anusandhan Model United Nation (SOA MUN).

HABIBUL ADNAN, Situbondo

Widya Nurriffita Dewi,23, terlihat tetap berusaha tenang. Namun dari raut wajahnya, jiwanya sedang tidak tenang. Seperti ada hal besar yang sedang dipikirkannya.

Benar saja, perasaan hatinya memang sedang tidak karuan. Gundah, deg-degan bercampur menjadi satu. Hal ini diakuinya sendiri. “Bukannya senang, tapi deg-degan. Banyak yang menaruh harapan kepada saya,” ujarnya, siang kemarin (26/07).

Apa yang membuatnya demikian? Perempuan yang lahir tanggal 12 maret 1995 itu memang sedang mengemban tugas besar. Dia akan berkompetisi di ajang internasional di India, beberapa hari ke depan.  “Saya terpilih mengikuti SOA MUN (Siksha O’ Anusandhan Model United Nation) di India. Saya akan presentasi tentang keimigrasian,” terang anak kedua dari lima bersaudara itu.

Widya mengatakan, dalam forum itu, dia harus bisa presentasi dengan baik. Akan tetapi, di balik itu, ada tugas yang lebih berat yang harus dijawabnya. “Yaitu harapan dari semua pihak. Dari guru-guru, teman, dan lembaga yang ada di Situbondo,” katanya.

Oleh sebab itulah, perempuan asal Desa Gebangan, Kecamatan Kapongan itu meminta doa dari masyarakat Situbondo, agar kepergiannya ke India membawa hasil maksimal. Menurutnya, di ajang SOA MUN itu, ada bebarapa kategori penilaian. ”Semoga salah satu dari kategori itu bisa saya dapat,” harapnya.

Selain berkompetisi, Widya juga diminta untuk mempromosikan Situbondo. Karena itu, pada sesi pengenalan budaya nanti, dia akan menampilkan budaya lokal Sitbondo. “Kebetulan Situbondo habis launching pakaian khas. Saya akan memperkenalkan filosofi baju tersebut,” jelasnya.

Alumni SMAN 2 Situbondo tahun 2012 itu mengatakan, dalam presentasi nanti, Widya mengangkat isu tentang keimigrasian. Fokus pembahasannya, imigrasi pengungsi negara yang berkonflik. “Saya mengangkat tentang warga Rohingya yang mengungsi ke negara lain,” ujarnya.

Warga Rohingya kebanyakan mengungsi ke Bangladesh. Ada juga yang ke Indonesia. “Mereka ini kan bukan warga negara asli, tidak punya perlindungan hukum apa-apa. Mencari pekerjaan juga susah,” jelas Widya.

Nah, dalam presentasinya itu, Widya ingin mencarikan perlindungan hukum bagi mereka. Karena itulah, terang Widya, misi yang diangkat dalam materi presentasinya tersebut, tentang isu sosial yang berdampak besar terhadap nasib keimigrasian Internasional.

Sementara itu, untuk bisa mengikuti SOA MUN di India, Widya melewati perjalanan panjang. Sebelumnya, dia mengirimkan artikel tentang keimgrasian internasional melalui website pelaksana.

Setelah artikelnya terpilih, ada tahapan interview sebanyak dua kali melalui webcam. Hingga wawancara kedua, Widya tetap memberikan hasil terbaik. “Hingga akhirnya saya terpilih dan akan bersaing dengan delegasi dari negara lain,” pungkasnya.

Widya akan terbang ke India pada tanggal 7 Agustus nanti. SOA MUN dilaksanakan dari tanggal 11-13 Agustus. Selama beberapa hari di negara India, Widya akan memanfaatkan untuk mengenalkan kekayaan budaya Situbondo. (pri)

(bw/mls/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia