Minggu, 16 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Features
Kegiatan DesBin SMA 1 Situbondo

Anggaran Kegiatan ke Desa Pakai Uang Penjualan Produk

27 Juli 2018, 13: 55: 59 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

PEDULI DESA: Siswa SMAN 1 Situbondo menyampaikan materi pelajaran kepada anak-anak di desa binaan.

PEDULI DESA: Siswa SMAN 1 Situbondo menyampaikan materi pelajaran kepada anak-anak di desa binaan. (SMAN 1 STB FOR JAWAPOS.COM)

SMAN 1 Situbondo memiliki kegiatan pembinaan kepada desa. Dalam setahun, siswa berkegiatan di desa binaan selama empat kali. Kedua desa binaan itu adalah, Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa; dan Desa Sumberargo, Kecamatan Sumbermalang.

HABIBUL ADNAN, Situbondo

SMAN 1 Situbondo tidak hanya fokus mengadakan kegiatan belajar mengajar. Mereka juga memberikan kontribusi terhadap pembangunan di desa-desa terpencil. Melalui program Desa Binaan (DesBin), siswa-siswi sekolah unggulan ini dengan leluasa mengeksplor potensinya.

Iya, dalam program ini, guru dan siswa SMAN 1 Situbondo melakukan kunjungan ke desa binaan. Dalam setahun, mereka berkegiatan empat kali. Masing-masing pada Bulan Agustus, Oktober, Desember, dan Bulan Maret.

Rudi Hartono guru pembina kegiatan program DesBin mengatakan, pihaknya harus berpikir keras untuk memenuhi biaya operasional wira-wiri ke desa binaan. Karena itu, pihaknya berpikir lebih kreatif untuk memenuhi biayanya. “Hasil penjualan produk itu kami pakai sebagai ongkos,” katanya.

Dia menerangkan, DesBin ini memang memiliki program khusus yang menghasilkan ekonomi. Beberapa produk sudah dihasilkan. Rudi mencontohkan produk sayur hidropinik dalam bentuk kemasan, dan es krim sayur hasil dari penanaman sayur Hidropinik. 

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Situbondo, Nur Hidayat Yuliadi mengatakan, ada beberapa kegiatan DesBin SMASA. Di antaranya, memberikan materi pembelajaran kepada anak-anak di dua desa binaan. Ada juga sosilisasi kesehatan, pembuatan rumah baca, pemberdayaan masyarakat, konservasi sumberdaya air, serta bakti sosial.

Di Desa Sumberargo, DesBin SMASA telah berhasil menjadikan desa tersebut sebagai penghasil durian. Pada Tahun 2017 lalu, satu dusun mendapatkan aliran listrik. “Ini hasil Kerjasama DesBin SMASA dengan PT. YTL Jawa Power, Paiton,” katanya.

Sedangkan program kerja di Dusun Taman Rejo, Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa, akan dijadikan wisata petik kopi. “Di sana akan dibuat home stay untuk para wisatawan,” kata Nur Hidayat.

Kegiatannnya tidak hanya terfokus di desa binaan. Di sekolah juga ada kegiatan. Tim DesBin di sekolah melakukan pembibitan bibit pohon. Ada juga penanaman sayur hidropinik, strawberry, dan pembuatan es krim.

Nur Hidayat mengaku, produk yang dihasilkan, sayur hidropinik dalam bentuk kemasan, dan es krim sayur hasil dari penanaman sayur Hidropinik. Ada juga bubuk kopi hasil olahan dari kelompok tani kopi yang sudah di bentuk di Dusun Taman Rejo, Desa Curah Tatal, Kecamatan Araja. Produk lainnya, air mineral hasil kerjasama dengan perusahaan air Ampo, Jember. (pri)

(bw/bib/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia