Jumat, 19 Oct 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Politik & Pemerintahan

Bawa Pulang Penghargaan Kota Layak Anak Lagi

Jumat, 27 Jul 2018 13:14 | editor : AF. Ichsan Rasyid

PENGHARGAAN : Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko menerima penghargaan KLA 2018 dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak RI Yohana Yembise di Dyandra Convention Hall Surabaya Senin lalu.

PENGHARGAAN : Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko menerima penghargaan KLA 2018 dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak RI Yohana Yembise di Dyandra Convention Hall Surabaya Senin lalu. (HUMAS BANYUWANGI FOR JAWAPOS.COM)

BANYUWANGI - Selama dua tahun berturut-turut, Banyuwangi meraih penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA). Berbagai program yang dirancang untuk mendukung pemenuhan hak-hak anak, termasuk membuat peraturan daerah (Perda) KLA menjadikan Banyuwangi sebagai daerah Layak Anak.  

Pemkab Banyuwangi telah mempersiapkan Perda Layak anak dan sedang dalam tahap evaluasi Pemprov Jatim. ”Ini adalah bukti keseriusan Banyuwangi untuk memberikan perlindungan dan rasa aman kepada anak-anak,” kata Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko, Kamis kemarin (26/7).

Perda ini akan memperkuat regulasi perlindungan anak. Dalam dua tahun terakhir, Banyuwangi meraih penghargaan yang sama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Terakhir penghargaan tersebut diserahkan langsung Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak RI Yohana Yembise kepada Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko di Dyandra Convention Hall Surabaya, Senin (23/7) lalu.

Menurut Yusuf, prestasi ini adalah buah dari komitmen daerah yang selalu berupaya memenuhi hak-hak anak, di antaranya hak pendidikan, kesehatan, dan penyediaan ruang bagi anak-anak dan disabilitas. ”Penghargaan ini diberikan lantaran Banyuwangi konsisten melakukan berbagai upaya untuk menjadi daerah yang aman, nyaman, sehat, dan ramah bagi tumbuh kembang anak,” kata Yusuf.

Selain itu, kata Yusuf, selama ini Banyuwangi juga berhasil memenuhi seluruh indikator syarat menjadi KLA. Tidak hanya infrastruktur fisik yang ramah dan nyaman bagi anak-anak, namun daerah ini juga memiliki sejumlah inovasi yang mendukung pemenuhan hak-hak anak. Seperti, program pengurusan akta kelahiran super cepat ”Lahir Procot Pulang Bawa Akta”, penyediaan wifi di ruang publik yang telah terlindungi dari konten pornografi, pembentukan taman posyandu, program Anak Tokcer, pemberian makanan bagi balita, pembentukan kelompok pendukung ASI dan motivator gizi, pemberian Beasiswa Banyuwangi Cerdas, Siswa Asuh Sebaya, dan Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh). 

Banyuwangi juga dianggap memiliki kepedulian tinggi terhadap perlindungan anak dari kekerasan melalui Banyuwangi Children Center (BCC). Setiap anak dan orang yang melihat atau mengalami kekerasan, bisa langsung melaporkan ke pusat pengaduan yang langsung tersambung dengan para pemangku kepentingan, mulai dari aparat pemerintah, kepolisian, dan jaksa.

Yusuf menegaskan, ke depan Banyuwangi akan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pemenuhan hak-hak anak, tak terkecuali bagi penyandang disabilitas. Secara fisik misalnya, fasilitas umum di ruang-ruang publik sudah dilengkapi sarana bagi difabel, seperti, jalan dan pagar khusus bagi penyandang tunanetra. ”Pemerintah daerah juga menyediakan panggung khusus bagi anak-anak daerah untuk mengeksplorasi potensinya melalui berbagai festival anak. Misalnya, Festival Mainan Anak Tradisional, Konser Lalare Orchestra, Festival Jazz Pelajar, dan Festival Sastra,” pungkas Yusuf. (*)

(bw/ics/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia