Minggu, 16 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Politik & Pemerintahan

Kembangkan Sidat Terbaik untuk Pasar Ekspor

27 Juli 2018, 12: 30: 59 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

TEBAR BENIH: Bupati Abdullah Azwar Anas bersama Danlatamal V Laksamana Pertama TNI Edwin SH saat berkunjung ke kampung sidat di Dusun Jopuran, Glagah (25/7).

TEBAR BENIH: Bupati Abdullah Azwar Anas bersama Danlatamal V Laksamana Pertama TNI Edwin SH saat berkunjung ke kampung sidat di Dusun Jopuran, Glagah (25/7). (DINAS PERIKANAN FOR JAWAPOS.COM)

BANYUWANGI–Perkembangan sidat, ikan air tawar di wilayah Banyuwangi terus menggeliat. Bahkan ikan sidat atau unagi asal Banyuwangi termasuk salah satu yang terbaik di dunia, sehingga cukup diminati oleh pasar ekspor.

 Kementerian Kelautan dan Perikanan pun mengakui jika kualitas air di Banyuwangi cocok dengan budi daya ikan sidat ini. Bupati Abdullah Azwar Anas pun optimistis, budi daya sidat di Banyuwangi akan semakin berkembang. Menurut Anas, Kemenko Maritim pernah merilis bahwa kualitas air baku di Banyuwangi cocok untuk budi daya perikanan, termasuk sidat. Dari hasil penelitian per 25 miligram sampel terdapat 550 ribu koloni bakteri.

Sedangkan di Banyuwangi dengan sampel yang sama, hanya mengandung 10 ribu koloni bakteri. ”Sidat Banyuwangi ini terbaik di dunia, bukan di Indonesia. Kalau di Jakarta kualitas airnya dalam setiap 25 miligram kandungan bakterinya mencapai 550.000 PPM (bagian per juta), di Banyuwangi ini hanya 10.000 PPM. Jadi orang Banyuwangi sehat-sehat,” kata Anas saat mendampingi Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlatamal) V Laksamana Pertama TNI Edwin SH mengunjungi Kampung Sidat ”Sidawangi” di Dusun Jopuran, Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah.

BANTUAN BIBIT: Kabid Ketahanan Pangan Saipullah saat memberikan bibit kepada salah seorang perwakilan kelompok wanita Desa Jelun, Kecamatan Glagah, kemarin.

BANTUAN BIBIT: Kabid Ketahanan Pangan Saipullah saat memberikan bibit kepada salah seorang perwakilan kelompok wanita Desa Jelun, Kecamatan Glagah, kemarin.

 Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Hary Cahyo Purnomo mengatakan, bisnis sidat masih sangat prospektif. Selain negara Jepang, permintaan sidat dari luar negeri lainnya juga sangat banyak, seperti Korea bahkan Arab Saudi.

Hary menjelaskan, Banyuwangi menjadi inkubator sidat pertama di Indonesia. Banyuwangi menjadi kawasan untuk belajar teknologi budi daya sidat. Masyarakat yang tertarik bisa belajar bersama. ”Banyuwangi menjadi tempat belajar teknologi budi daya sidat. Banyuwangi menjadi tempat pembesaran sidat atau inkubasi yang memiliki fasilitas lengkap, mulai kolam hingga teknologi pembesaran yang dibimbing oleh ahli budi daya kelautan dan perikanan,” katanya

Dikatakan, pengembangan Kampung Sidat ini mendukung gerakan 10.000 ribu kolam yang digagas Bupati Anas untuk meningkatkan produksi perikanan darat. ”Budi daya sidat saat ini memiliki prospek yang bagus lantaran pasar sidat internasional terbuka lebar. Sidat menjadi primadona karena kandungan protein dan gizinya yang tinggi dan tidak dimiliki jenis ikan lain,” ujarnya.

Sementara itu, di hari yang sama warga Desa Jelun, Kecamatan Glagah mendapatkan pelatihan pengembangan Desa Mandiri Pangan dari Dinas Pangan dan Perikanan. Bertempat di aula Desa Jelun pada Rabu (25/7), puluhan peserta dari Kelompok Wanita Mekar Sari dan Arum Dalu tampak mengikuti serius mengikuti pelatihan.

Kabid Ketahanan Pangan Saipullah mengatakan, pelatihan ini dalam upaya membangun ketahanan pangan keluarga, salah satunya dapat dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Berdasar hasil identifikasi awal potensi Desa Jelun antara lain, di sektor perikanan pengembangan usaha produktif berbasis sumber daya lokal adalah budi daya ikan air tawar, untuk subsektor peternakan adalah budi daya ternak ayam (daging/telur) dan kambing, serta pemanfaatan pekarangan. ”Dan kami akan memberikan pelatihan agar potensi ini bisa dikembangkan,” kata Saipullah kemarin. (*)

(bw/mls/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia