Minggu, 16 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Politik & Pemerintahan

Parkir Langganan Baru Masuk Rp 9,89 Miliar

27 Juli 2018, 10: 39: 08 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

Parkir Langganan Baru Masuk Rp 9,89 Miliar

BANYUWANGI- Minimnya realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada semester pertama, ternyata dipicu tidak maksimalnya realisasi pajak dan retribusi yang selama ini menjadi andalan. Sebut saja, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang baru setor sekitar Rp 7,45 miliar dari target yang ditetapkan sebesar Rp 35,91 miliar. ”Realisasi PBB agak lambat karena pengiriman tagihan wajib agak telat kirim,” ungkap Kepala Bapenda Nafiul Huda.

Selain PPB, pajak lain yang sangat minim adalah pajak mineral bukan logam dan batuan yang ditarget hanya Rp 5,66 miliar dan baru direalisasikan sekitar Rp 125 juta saja. Padahal potensi pajak ini sangat besar, utamanya dari kegiatan tambang pasir yang ada di Banyuwangi.

Tidak hanya pajak daerah, hal yang sama juga terjadi pada realisasi sumber PAD dari retribusi daerah. Retribusi pelayanan parkir di tepi jalan (parkir langganan) yang ditarget masuk sebesar Rp 24,08, hingga semester pertama berakhir realisasinya sangat minim hanya sekitar 41,1 persen atau setara dengan Rp 9,89  miliar.

Retribusi tempat rekreasi yang dikelola Dinas Kebudayaan dan Pariwisata baru realisasi sekitar Rp 602 juta dari target Rp 1,24 miliar. Begitu juga tempat rekreasi yang dikelola Dinas PU Cipta Karya dan Penataan Ruang (DPU-CKPR) yang ditarget Rp 50 juta, baru masuk sekitar Rp 8 juta saja.

Tidak hanya itu, retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang diproyeksi sekitar Rp 2,83 miliar baru berhasil dipungut sekitar Rp 680 juta  miliar. Huda mendorong beberapa SKPD yang bertugas memungut PAD itu memaksimalkan kinerja agar beberapa target penerimaan PAD bisa terlampaui secara maksimal. ”Sisa PAD yang belum masuk kas daerah masih cukup besar sekitar Rp 310 miliar. Sisa ini harus dibereskan pada semester kedua sebelum tutup anggaran,” kata Huda.

Sisa target PAD yang belum tertagih berasal dari pajak daerah sebesar Rp 133 miliar lebih dan retribusi Rp 39,733 miliar lebih. Besarnya sisa target PAD yang belum masuk, praktis Pemkab Banyuwangi hanya memiliki waktu lima bulan saja untuk menagih sisa PAD yang belum masuk sebesar Rp 310 miliar.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, hingga 20 Juli 2018 lalu, realisasi PAD baru tercapai sekitar Rp 216 miliar lebih atau sekitar 41,1 persen dari target Rp 527 miliar lebih. Rinciannya, pajak daerah baru masuk 35,0 persen atau sekitar Rp 71,88 miliar, retribusi daerah baru 35,8 persen atau sekitar Rp 22,12 miliar lebih.

Dari total target PAD Rp 527 miliar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018, pajak daerah ditarget Rp 205 miliar lebih dan retribusi daerah ditarget menyumbang Rp 61,85 miliar lebih. (afi)  

(bw/ics/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia